| dc.description.abstract | Karyawan di perusahaan tambang menunjukkan tanda-tanda burnout, berupa
kelelahan fisik dan mental akibat tuntutan kerja yang tinggi. Menurut penelitian Sun
dkk. (2020), 80.86% pekerja tambang mengalami burnout, dengan 34.45% di
antaranya mengalami burnout ringan, 41.15% burnout sedang, dan 5.26% burnout
berat. Selain itu, Yong dkk. (2020) melaporkan bahwa 87.2% karyawan tambang
mengalami stres kerja yang berpotensi berkembang menjadi burnout jika tidak
segera ditangani.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan
mindfulness terhadap burnout pada karyawan tambang. Penelitian ini melibatkan
108 responden setelah menghapus data yang dianggap tidak valid dari data awal.
Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Alat ukur
yang digunakan meliputi Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur
tingkat burnout, NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban
kerja, serta Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) untuk mengukur tingkat
mindfulness. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode purposive
sampling, dan data yang diperoleh dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja merupakan prediktor paling kuat
dalam terjadinya burnout, diikuti oleh mindfulness sebagai prediktor berikutnya. | en_US |