Show simple item record

dc.contributor.authorArradhy, Abhirama Aydhin
dc.date.accessioned2024-12-02T03:46:58Z
dc.date.available2024-12-02T03:46:58Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53841
dc.description.abstractKaryawan di perusahaan tambang menunjukkan tanda-tanda burnout, berupa kelelahan fisik dan mental akibat tuntutan kerja yang tinggi. Menurut penelitian Sun dkk. (2020), 80.86% pekerja tambang mengalami burnout, dengan 34.45% di antaranya mengalami burnout ringan, 41.15% burnout sedang, dan 5.26% burnout berat. Selain itu, Yong dkk. (2020) melaporkan bahwa 87.2% karyawan tambang mengalami stres kerja yang berpotensi berkembang menjadi burnout jika tidak segera ditangani.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja dan mindfulness terhadap burnout pada karyawan tambang. Penelitian ini melibatkan 108 responden setelah menghapus data yang dianggap tidak valid dari data awal. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan meliputi Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur tingkat burnout, NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja, serta Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) untuk mengukur tingkat mindfulness. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dan data yang diperoleh dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja merupakan prediktor paling kuat dalam terjadinya burnout, diikuti oleh mindfulness sebagai prediktor berikutnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBurnouten_US
dc.subjectBeban Kerjaen_US
dc.subjectMindfulnessen_US
dc.subjectTambangen_US
dc.titleBeban Kerja, Mindfulness, dan Burnout Pada Karyawan Perusahaan Tambangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320263


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record