Analisis Hubungan Terapi Hipoglikemia Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Penyakit diabetes melitus merupakan kasus penyakit tidak
menular tertinggi di Kota Yogyakarta. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis
yang memerlukan pengelolaan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius.
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain yaitu hipoglikemia. Hipoglikemia
merupakan komplikasi akut yang sangat serius bahkan dapat berakibat fatal jika
tidak segera ditangani dengan tepat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi ,
tatalaksana dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah pada
pasien diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Studi ini menggunakan rancangan studi potong lintang bersifat deskriptif
dengan pendekatan retrospektif data rekam medik pasien hipoglikemia dengan
diabetes melitus tahun 2022-2023.
Hasil: Pasien hipoglikemia dengan diabetes melitus mayoritas lansia berusia 60+
tahun (68,91%), pasien laki-laki (54,72%), dengan penyakit penyerta (64,15%) dan
tipe hipoglikemia level 2 (56,60%). Terapi yang paling banyak diresepkan adalah
Dextrose 40% tunggal (41,18%) yang diberikan secara cepat (46,00%). Terdapat
hubungan antara usia dengan outcome terapi.
Kesimpulan: Profil pasien hipoglikemia dengan diabetes melitus ini didominasi
oleh pasien laki-laki dengan kategori lansia dan profil terapi yang paling sering dan
banyak digunakan yaitu Dextrose 40% tunggal yang diberikan secara cepat.
Collections
- Pharmacy [1909]
