Show simple item record

dc.contributor.authorFaadhilah, Jauzaa’ Imtiyaaz
dc.date.accessioned2024-11-26T04:52:40Z
dc.date.available2024-11-26T04:52:40Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53827
dc.description.abstractMinyak serai wangi memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor industri, termasuk dalam industri perisa dan pewangi. Kandungan komponen utamanya, seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Sitronelol dan geraniol sulit dipisahkan karena titik didih keduanya sangat dekat dan campuran ini disebut rhodinol. Rhodinol dapat dipisahkan secara fisik dari minyak sereh wangi dengan diisolasi menggunakan distilasi fraksinasi vakum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio refluk serta suhu pada metode distilasi fraksinasi vakum untuk mendapatkan fraksi rhodinol dengan kemurnian tinggi. Alur penelitian dimulai dari karakterisasi fisika dan kimia minyak serai wangi, pemurnian senyawa rhodinol secara distilasi fraksinasi vakum lima metode dengan variasi penggunaan rasio refluks dan suhu dalam kondisi vakum, serta uji GC pada setiap fraksi. Distilasi fraksinasi vakum dengan rasio refluk 6/6 dan suhu 113 °C pada tekanan -760 mmHg menghasilkan kemurnian fraksi rhodinol mencapai 79,22% dengan massa 1455 gram. Secara statistik, metode II menunjukkan hasil yang baik dengan memiliki massa yang besar tanpa adanya perbedaan kadar kemurnian yang signifikan pada setiap fraksi dominan rhodinol.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMinyak Serai Wangien_US
dc.subjectFraksinasien_US
dc.subjectRhodinolen_US
dc.titlePengembangan Metode Fraksinasi Senyawa Rhodinol dari Minyak Serai Wangi menggunakan Destilasi Fraksinasi Vakumen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20612055


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record