Analisis Hubungan Stres dan Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Stres umumnya merupakan respon, stimulus dan sebagai
hubungan antara individu dan stressor. Stres dapat dialami siapa saja, termasuk mahasiswa dimana stres tersebut dapat bersumber dari lingkungan eksternal atau intermal individu. Salah satu cara mengatasi stres adalah melalui mekanisme coping. Stres yang dirasakan dapat menghasilkan emosi negatif yang mengarah pada coping negatif sebagai pemicu perilaku impulsive buying. Hal ini juga dilihat dari keadaan pandemi COVID-19 yang dapat memicu stres karena perlunya adaptasi dengan kondisi sekarang.
Tujuan Penelitian: Menganalisis dan mengetahui hubungan stres dan perilaku impulsive buying pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada masa pandemi COVID-19.
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan desain studi cross-sectional dan teknik proportionated stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2022 menggunakan kuesioner DASS-42 subskala stres dan Impulsive Buying Tendency Scale yang dibagikan dalam bentuk google forın. Sebanyak 280 responden memenuhi kriteria inklusi penelitian. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman pada SPSS 24.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara stres dan perilaku impulsive buying pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (p value=0,000, r = 0,285)
Kesimpulan: Stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan perilaku impulsive buying. Semakin tinggi tingkat stres, maka perilaku atau kecenderungan pembelian impulsif mahasiswa akan ikut meningkat, berlaku juga sebaliknya.
Collections
- Medical Education [2954]
