Prarancangan Pabrik Sabun Padat dari Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Abstract
Sabun padat merupakan salah satu produk kimia yang paling dibutuhkan
di dunia termasuk di Indonesia, hal ini tentu menjadi keuntungan bagi negara-
negara yang memiliki sumber daya alam untuk bahan sabun seperti Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maka dirancang pabrik sabun padat
dengan kapasitas 50.000 ton/tahun dengan bahan baku minyak kelapa sawit yang
di fraksinasi menjadi Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS)
sebanyak 5.804,24 kg/jam dan NaOH sebanyak 1.628,77 kg/jam. Proses
pembuatan sabun padat menggunakan proses saponifikasi trigliserida dengan
memakai Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Utilitas pendukung proses
meliputi air pendingin sebesar 12.817,02 kg/jam, air pemanas sebesar 210,07
kg/jam, air domestik sebesar 1.795,83 kg/jam, air service sebesar 350 kg/jam,
listrik sebesar 138,35 kWh, dan udara tekan sebesar 42,98 m3
/jam. Pabrik ini
direncanakan berdiri di kawasan industri Jl. Nasional 17, Leran, Kec. Manyar,
Kab. Gresik, Jawa Timur di tanah seluas 19.300 m2
, dengan memperhatikan
beberapa faktor seperti aspek penyediaan bahan baku, pemasaran produk,
karakteristik daerah dan masyarakat, kebijaksanaan pemerintah, transportasi,
tenaga kerja, serta utilitas. Hasil analisis ekonomi terhadap prarancangan pabrik
sabun padat diperoleh modal tetap sebesar Rp 242.655.750.880,73 dan modal
kerjanya sebesar Rp 165.947.809.486,94. Pabrik ini menunjukkan keuntungan
sebelum pajak sebesar Rp 67.559.282.875,97 dan setelah dipotong pajak 30%
keuntungan menjadi Rp 47.291.498.013,18. Hasil analisis kelayakan
menunjukkan ROI sebelum pajak 27,84% dan setelah pajak 19,49%, POT
sebelum pajak 2,64 tahun dan setelah pajak 3,39 tahun, BEP 49,99%, SDP
26,63%, dan DCFR sebesar 19,08%. Berdasarkan analisis ekonomi dapat
disimpulkan bahwa pendirian pabrik ini menguntungkan dan layak
dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
