| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dimulai saat
anak berusia 6 bulan. Di Indonesia, banyak terjadi gangguan tumbuh kembang
balita usia 6 bulan – 2 tahun dikarenakan kualitas MP-ASI yang tidak memenuhi
kecukupan zat gizi. Saat ini dunia sedang dilanda oleh pandemi Covid-19 yang
mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan sosial yang mempengaruhi keadaan
pangan dan menimbulkan resiko masalah gizi. Salah satu upaya dalam menjaga
kesehatan gizi masyarakat adalah dengan pemantauan status gizi. Prevalensi gizi
buruk dan stunting balita di Puskesmas Pakem masih cukup tinggi. Perbaikan gizi
dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang yang
memiliki zat gizi makronutrien dan mikronutrien yang lengkap. Berdasarkan latar
belakang di atas, perlu dilakukan identifikasi kecukupan asupan kalori,
makroprotein dan mikroprotein pada MP-ASI balita usia 6 bulan – 2 tahun di
Puskesmas Pakem pada masa pandemi Covid-19.
Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi dan mengkaji kecukupan asupan kalori,
makronutrien dan mikronutrien pada MP-ASI dan status gizi balita usia 6 bulan –
2 tahun di Puskesmas Pakem pada masa pandemi Covid-19.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional
kuantitatif dengan menggunakan gabungan data primer dan data sekunder.
Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,
ditentukan secara total accidental sampling. Variabel penelitian yaitu variabel
bebas meliputi karakteristik sosiodemografi dan variabel terikat yaitu asupan
kalori, makronutrien (karbohidrat, lemak, protein), mikronutrien (vitamin A, seng,
dan besi) dan status gizi balita. Analisis data menggunakan analisis univariat yaitu
tabel distribusi frekuensi.
Hasil: Analisis Kecukupan asupan kalori (83,3%), protein (63,3%), karbohidrat
(80%), lemak (76,6%), vitamin A (73,3%), seng (66,7%), dan besi (56,7%) berada
pada kategori cukup. Analisis status gizi BB/U gizi baik (100%), PB/U normal
(73,3%), PB/U stunting (26,6%), BB/PB normal (93,3%).
Kesimpulan: Kecukupan asupan kalori, makroprotein dan mikroprotein serta
status gizi secara keseluruhan baik, tetapi frekuensi kejadian stunting masih tinggi.
Kejadian stunting berbanding lurus dengan asupan protein dan seng yang rendah. | en_US |