Peluang Inklusi Keuangan Perbankan Syariah Di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat
Abstract
Kehadiran bank syari’ah di tengah-tengah perbankan konvensional adalah
untuk menawarkan sistem perbankan sebagai alternatif bagi umat islam yang
membutuhkan atau ingin memperoleh layanan jasa perbankan tanpa harus
melanggar larangan riba. Dari awal kemunculannya, perkembangan perbankan
syariah semakin dikenal dan berperan besar dalam perekonomian masyarakat
Indonesia, terutama masyarakat muslim. Meskipun demikian, masih terdapatnya
persepsi masyarakat dan menganggap sama antara perbankan syariah dengan
perbankan konvensional serta menganggap kemudahan dalam akses konvensional
lebih mudah, hal ini menunjukan literasi keuangan perbankan syariah masih minim
dikalangan masyarakat. .
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peluang Inklusi Keuangan
Perbankan Syariah di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Subyek penelitian
ini adalah masyarakat di Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metoden
kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik non-probability
sampling dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini menggunakan metode
analisis regresi logistk. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh
secara simultan antara variabel inklusi keuangan perbankan syariah dan secara
parsial menunjukan hasil yang signifikan dari variabel usia sebesar 0,02, variabel
pekerjaan sig. 0,01 dan variabel pendidikan sebesar 0,05 sedangkan jenis kelamin
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peluang inklusi keuangan perbankan
syariah di Kota Bima dengan nilai sig sebesar 0.347.
