| dc.description.abstract | Penelitian ini mengembangkan model persediaan terintegrasi pada sebuah sistem
rantai pasok dua eselon pemasok dan pembeli tunggal. Penelitian ini dikembangkan
dari penelitian yang dilakukan oleh (Hemmati et al. 2017), (Hargi et al. 2019) dan
(Giri et al. 2016). Penelitian ini mempertimbangkan emisi karbon yang dihasilkan
dari kegiatan transoptasi, penyimpanan dan pembuangan produk terdeteriorasi.
Model yang dikembangkan mempertimbangkan kondisi, seperti: pada sebuah
produk terdeteriorasi, dengan tingkat deteriorasi tetap, permintaan bersifat
deterministik dan dipengaruhi oleh tingkat stok, tingkat produksi pemasok lebih
besar dibandingkan tingkat permintaan maksimum, biaya simpan pembeli lebih
besar daripada pemasok, kapasitas rak dibatasi dan jarak tempuh dari pemasok ke
pembeli diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimasi total biaya
gabungan pemasok dan pembeli dibawah kebijakan vendor management inventory
consigment (VMIC), total emisi karbon, batas karbon dan pajak karbon yang
diharus dibayarkan. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan model biaya dan
emisi masing-masing pemasok dan pembeli. Variabel keputusan dalam model yang
dibangun yaitu menentukan kuantitas pengiriman dari gudang pembeli ke rak
pembeli, jumlah pengiriman dari pemasok ke pembeli dan jumlah transfer dari
gudang pembeli ke rak pembeli. Hasil menunjukan bahwa total biaya integrasi
VMIC lebih rendah sebesar 19% dibandingkan dengan total biaya masing-masing
pemasok dan pembeli. Melaui sistem integrasi VMIC pemasok dan pembeli dapat
menghemat emisi sebesar 0,06%, dan menghemat total pajak karbon sebesar 17%.
Model-model ini dilakukan pengembangan secara berkelanjutan agar dapat menjadi
tambahan wawasan bagi pengambil keputusan untuk mengoptimalkan biaya
persediaan dengan mepertimbangkan sumber daya yang dimiliki. Model ini dapat
diimplementasikan pada perusahaan secara bertahap dan mempertimbangkan
kondisi lingkungan. | en_US |