| dc.description.abstract | Kebisingan di ruang operasi sering kali meningkatkan kecemasan pasien dan stres pada tenaga
medis. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang intensitas
suara dan jenis musik yang dapat meningkatkan kenyamanan di ruang operasi. Penelitian
dilakukan menggunakan pendekatan quasi-eksperimental di lingkungan Modular Operating
Theater (MOT), di mana variabel jenis musik dipilih berdasarkan uji Z untuk menentukan
preferensi antara pasien laki-laki dan perempuan, sedangkan intensitas suara ditentukan melalui
studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan uji Friedman untuk mengidentifikasi
intensitas suara terbaik, dan Information Axiom digunakan untuk memilih jenis musik yang
paling sesuai dengan tingkat kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis musik
Murrotal Al-Qur'an, musik terapi alam, dan musik klasik Mozart memiliki tingkat preferensi
yang tidak berbeda signifikan antara pasien laki-laki dan perempuan. Intensitas suara yang lebih
rendah, khususnya 45 dB, ditemukan lebih disukai oleh pasien dan tenaga medis, dengan
Murrotal Al-Qur'an pada intensitas 45 dB terpilih sebagai desain dengan tingkat kenyamanan
tertinggi berdasarkan analisis. Berdasarkan nilai informasi, Murrotal dengan intensitas 45 dB
memiliki nilai informasi terendah, yang menunjukkan bahwa desain ini paling bagus dalam
meningkatkan kenyamanan di ruang operasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi
intensitas suara dan jenis musik yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap
kenyamanan pasien dan tenaga medis selama prosedur operasi. | en_US |