| dc.description.abstract | Merokok elektrik atau vape semakin populer di kalangan remaja sebagai salah satu
cara untuk mengatasi stres, meskipun perilaku ini memiliki risiko kesehatan yang
signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat
stres dengan perilaku merokok elektrik pada remaja. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional.
Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja pengguna rokok elektrik yang dipilih
secara purposive sampling dengan rentang usia 11-24 tahun (n=158). Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat stres berdasarkan
skala Perceived Stress Scale (PSS) dan perilaku merokok elektrik berdasarkan skala
perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan
memiliki tingkat stres sedang (62.7%) dan perilaku merokok elektrik sedang
(70.2%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan
antara tingkat stres dan perilaku merokok elektrik (r = 0.66, p < 0,001). Temuan ini
mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami remaja, semakin
tinggi kecenderungan mereka untuk menggunakan rokok elektrik sebagai
mekanisme koping. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya
intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada remaja
dengan mempertimbangkan faktor psikologis seperti stres. | en_US |