Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Pondasi Bore Pile Proyek Pembangunan Rumah Susun Polsek Kawasan Mandalika menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis
Abstract
Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa faktor yang dapat menjadikan
proyek tersebut mengalami kendala dan hambatan. Adapun beberapa risiko yang
dapat mempengaruhi suatu keberhasilan proyek. Risiko merupakan sesuatu yang
melekat pada setiap kegiatan konstruksi, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap
proyek konstruksi juga memiliki risiko tertentu. Konstruksi Pembangunan Gedung
bertingkat merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan memerlukan perhatian
khusus terhadap risiko yang mungkin timbul selama proses pembangunannya.
Proyek Pembangunan Gedung Rumah Susun Polsek pada Kawasan Mandalika ini
berlokasi di Jalan Pariwisata Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Luas lahan
yang digunakan adalah 1.764 m2 sedangkan untuk luas bangunan yang digunakan
adalah 1.228 m2.
Kondisi tanah pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Polsek ini adalah
tanah lunak karena pada awalnya lahan tersebut merupakan lingkungan
persawahan. Terdapat banyak faktor risiko yang dapat terjadi dalam item pekerjaan
pondasi karena kondisi tanah yang lunak maka perlu adanya pengeboran, sehingga
kemungkinan risiko kecelakaan kerja dapat terjadi. Sebagai upaya pengendalian
risiko, dapat dilakukan identifikasi risiko sehingga risiko yang dapat terjadi dapat
di minimalisir. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi
risiko adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis
(FMEA). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko,
efek dan tindakan pengendalian pada pekerjaan pondasi bore pile Proyek
Pembangunan Rumah Susun Polsek Kawasan Mandalika.
Pada pekerjaan pondasi bore pile Proyek Pembangunan Rumah Susun Polsek
Kawasan Mandalika dengan 5 pekerjaan terdapat 17 mode kegagalan dengan 36
variabel risiko kecelakaan kerja yang berpotensi terjadinya risiko. Didapatkan hasil
total nilai RPN 885 dengan nilai RPN rata-rata 24,583 yang dibulatkan menjadi 25
. Terdapat 12 risiko dominan diatas nilai rata-rata RPN dan setelah direkapitulasi
terdapat 8 risiko yang dominan pada pekerjaan pondasi bore pile dan efek dari tiap
risiko yaitu: Tangan tergores benda tajam dengan efek Cedera pada pekerja (luka
sayat/robek), Material terpental (terkena serpihan logam) dengan efek Cedera pada
pekerja (iritasi mata, luka sayat) gangguan pendengaran, Kerusakan pada peralatan
atau material dengan efek Cedera ringan dan berat pada pekerja, Alat berat rusak
dengan efek Cedera pada operator dan pekerja akibat bagian alat rusak dan Cedera
pada pekerja, Kecelakaan seperti teguling dan jatuhnya material dengan efek
Cedera serius, Polusi emisi alat berat dengan efek Pekerja mengalami gangguan
pernafasan dan iritasi iritasi mata, Permukaan sekitar lubang bore pile licin dengan
efek Pekerja cedera akibat tergelincir dan jatuh, dan Alat terperosok dengan efek
Cedera pada operator. Tindakan pengendalian pada penelitian ini dilakukan dengan
hierarki pengendalian dengan tindakan pengendalian administratif, rekayasa teknis,
penggunaan APD. Dan untuk pengendalian secara eliminasi dan substitusi pada
pekerjaan pondasi bore pile Proyek Pembangunan Rumah Susun Polsek Kawasan Mandalika tidak memungkinkan untuk diterapkan.
