| dc.description.abstract | Anodizing merupakan pelapisan logam dengan cara mengoksidasi
permukaan logam aluminium secara elektrolitik yang tujuannya menghasilkan
lapisan oksida mencapai ketebalan tertentu dan karakteristik lainnya. Prinsip dasar
anodizing melibatkan pembentukan lapisan oksida aluminium yang keras dan
tahan lama melalui proses elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh kuat arus dan konsentrasi larutan elektrolit pada hasil pewarnaan
anodizing dan mengetahui apakah bubuk secang bisa menjadi alternatif pewarna
anodizing yang ramah lingkungan. Alasan pemilihan secang sebagai pewarna
anodizing pada penelitian ini dibanding pewarna lain diantaranya adalah memiliki
kandungan pigmen yang kuat, mudah didapat dan harganya terjangkau. Variasi
kuat arus yang digunakan pada penelitian ini diantaranya 1A, 3 A, dan 5 A,
sedangkan variasi konsentrasi elektrolit yang digunakan diantaranya 1:2, 1:3, dan
1:4. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kuat arus dan konsentrasi larutan
elektrolit yang digunakan berpengaruh pada lapisan oksida yang terbentuk pada
permukaan aluminium, semakin tinggi arus yang dialirkan dan semakin besar
volume asam sulfat sebagai elektrolit untuk anodizing, semakin tebal juga lapisan
oksida yang terbentuk yang ditandai dengan warna yang dihasilkan lebih pekat
karena lapisan oksida yang tebal menyerap warna lebih banyak juga. Ekstrak
secang bisa menjadi alternatif pewarna anodizing yang terjangkau dan ramah
lingkungan jika pengolahan produk dan limbahnya dilakukan dengan bijak. Kuat
arus 6 A dan perbandingan konsentrasi elektrolit 1:2 menghasilkan warna dengan
pemerataan yang paling baik. | en_US |