| dc.description.abstract | Proses anodizing atau anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada
logam, terutama aluminium, dengan cara bereaksi atau mengkorosikan logam
tersebut dengan oksigen (O2) yang diambil dari larutan elektrolit sebagai media,
sehingga terbentuk lapisan oksida. Kuat arus dan waktu memegang peranan
penting pada pembentukan lapisan oksida. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kuat arus listrik terhadap kualitas warna dalam proses
anodisasi dengan pewarna alami temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Pewarna
alami temulawak dipilih karena memiliki kandungan kurkumin yang sifatnya
memberikan warna kuning khas dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini,
variasi kuat arus 2, 6, dan 10 Ampere dengan waktu pencelupan yang sama yaitu
30 menit digunakan untuk menentukan bagaimana arus listrik mempengaruhi
ketebalan lapisan oksida yang terbentuk serta intensitas warna yang dihasilkan
dengan spesimen yang digunakan yaitu aluminum 6061. Pada arus 10 Ampere,
warna yang dihasilkan lebih kuat dibandingkan dengan 2 dan 6 Ampere, yang
menunjukkan korelasi langsung antara peningkatan arus listrik dan intensitas
warna pada hasil anodisasi. Kesimpulannya, variasi kuat arus listrik berdampak
langsung terhadap kualitas warna hasil anodisasi, dengan arus yang lebih tinggi
menghasilkan lapisan oksida lebih tebal dan pori-pori yang lebih besar sehingga
warna lebih meresap dan intens. | en_US |