Pemetaan Kebisingan Lingkungan di Sekitar Stasiun Lempuyangan dan Lapangan Kridosono, Yogyakarta
Abstract
Stasiun Lempuyangan dan Bundaran Lapangan Kridosono mengalami peningkatan kebisingan karena perkembangan, pertumbuhan penduduk, aktivitas transportasi, dan perluasan wilayah. Salah satu dampak perubahan ini adalah peningkatan kebisingan di fasilitas umum sekitar. Data kebisingan dikumpulkan dengan sound level meter sesuai SNI 8427:2017, diukur selama 24 jam di enam titik: Flyover Lempuyangan (Titik 1), Stasiun Lempuyangan (Titik 2), Pasar Lempuyangan (Titik 3), SMA Negeri 3 Yogyakarta (Titik 4), Kantor Plasa Telkom (Titik 5), dan Masjid Jami'I Fadhli (Titik 6). Pengukuran dilakukan setiap jam (L1-L7) selama tiga periode berbeda: Tahun Baru, Libur Lebaran Idul Fitri, dan hari kerja biasa. Hasil penelitian dibandingkan dengan standar kualitas Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2017 dan ditampilkan dengan Surfer, diikuti dengan pengendalian kebisingan berupa Bangunan Peredam Kebisingan (BPB). Hasil tingkat kebisingan adalah: Titik 1 sebesar 67,7 dB, Titik 2 sebesar 68,8 dB, Titik 3 sebesar 69,6 dB, Titik 4 sebesar 70,9 dB, Titik 5 sebesar 71,0 dB, dan Titik 6 sebesar 65,4 dB. Fasilitas umum yang melebihi standar kualitas adalah seluruh titik pengambilan data kebisingan pada setiap kawasan peruntukan. Hasil pemetaan menunjukkan kebisingan di Titik 5, 4, dan 2 memiliki nilai kebisingan lebih tinggi dengan ditandai warna merah. Pengendalian kebisingan alami dengan vegetasi diusulkan yaitu Titik 1 dengan tanaman Likuan-Yu, Titik 2 dengan tanaman Sebe, Titik 3 dan 6 dengan tanaman Johar, Titik 4 dengan tanaman Anak Nakal, dan Titik 5 dengan tanaman Soka. Vegetasi di lokasi penelitian menunjukkan efektivitas rendah, berkisar antara 5-28%.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
