Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawan, Salsabila Zannuba
dc.date.accessioned2024-10-31T08:27:56Z
dc.date.available2024-10-31T08:27:56Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53579
dc.description.abstractLatar Belakang: Proses pertumbuhan adalah tahapan krusial untuk rentang usia 0-59 bulan atau pada masa Balita. Keterlambatan proses pertumbuhan menimbulkan Balita kurus atau wasting. Faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting adalah pola pemberian makan atau feeding practice dan edukasi gizi pada orang tua. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan pola pemberian makan dan edukasi gizi pada orang tua sebagai faktor terjadinya wasting. Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article dan grey literature dengan topik feeding practice dan atau edukasi gizi pada orang tua dengan peristiwa wasting atau perbaikan gizi. Subjek penelitian Balita berusia 6-59 bulan. Artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, penelitian berlatar di Indonesia dan dipublikasikan tahun 2018-2022. Database yang digunakan adalah SariPediatri, Google Scholar, Paediatrica Indonesiana, Neliti, OneSearchdan Portal Garuda menggunakan strategi Boolean search. Artikel dipilih berdasarkan alur PRISMAScR dan melakukan critical appraisal menggunakan JBI dan MMAT. Selanjutnya, dilakukan proses ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan review. Hasil: Didapatkan 21 artikel yang terdiri dari 8 literatur mengenai edukasi gizi, 11 literatur mengenai pola pemberian makan dan 2 literatur mengenai kombinasi edukasi gizi dan pola pemberian makan. Edukasi gizi meliputi tingkat pengetahuan edukasi gizi ibu, intervensi edukasi gizi, dan pengetahuan gizi seimbang. Pola pemberian makan meliputi complementary feeding practice (CFP) termasuk diantaranya minimum acceptable diet (MAD), frekuensi, jumlah, dan bentuk pemberian makan, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), kuesioner pemberian makan, pemberian makan tambahan (PMT), dan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI). Gabungan pola makan dan edukasi gizi meliputi PMT dan konseling gizi, dan pengetahuan gizi dan pola pemberian makan. Terdapat inkonsistensi dari hasil pemetaan data edukasi gizi dan pola pemberian makan. Terdapat konsistensi data gabungan edukasi gizi dan pola pemberian makan yang secara sinergis meningkatkan berat badan Balita wasting. Kesimpulan: Terdapat inkonsistensi terhadap pola pemberian makan dan edukasi gizi sebagai faktor tunggal terjadinya wasting. Terdapat konsistensi hasil pemetaan data terhadap gabungan pola pemberian makan dan edukasi gizi terhadap perbaikan gizi Balita wasting. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menggali faktor lain yang bisa menjadi perbaikan gizi atau faktor terjadinya wasting.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPola Pemberian Makanen_US
dc.subjectEdukasi Gizien_US
dc.subjectOrang Tuaen_US
dc.subjectWastingen_US
dc.titleAnalisis Pola Pemberian Makan dan Edukasi Gizi pada Orang Tua Sebagai Faktor Terjadinya Wasting di Indonesia: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711123


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record