| dc.description.abstract | Latar Belakang: Proses pertumbuhan adalah tahapan krusial untuk rentang usia
0-59 bulan atau pada masa Balita. Keterlambatan proses pertumbuhan
menimbulkan Balita kurus atau wasting. Faktor yang mempengaruhi terjadinya
wasting adalah pola pemberian makan atau feeding practice dan edukasi gizi pada
orang tua. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan pola pemberian makan
dan edukasi gizi pada orang tua sebagai faktor terjadinya wasting.
Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article dan grey literature
dengan topik feeding practice dan atau edukasi gizi pada orang tua dengan
peristiwa wasting atau perbaikan gizi. Subjek penelitian Balita berusia 6-59 bulan.
Artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, penelitian berlatar di Indonesia dan
dipublikasikan tahun 2018-2022. Database yang digunakan adalah SariPediatri,
Google Scholar, Paediatrica Indonesiana, Neliti, OneSearchdan Portal Garuda
menggunakan strategi Boolean search. Artikel dipilih berdasarkan alur PRISMAScR dan melakukan critical appraisal menggunakan JBI dan MMAT. Selanjutnya,
dilakukan proses ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab
tujuan review.
Hasil: Didapatkan 21 artikel yang terdiri dari 8 literatur mengenai edukasi gizi, 11
literatur mengenai pola pemberian makan dan 2 literatur mengenai kombinasi
edukasi gizi dan pola pemberian makan. Edukasi gizi meliputi tingkat pengetahuan
edukasi gizi ibu, intervensi edukasi gizi, dan pengetahuan gizi seimbang. Pola
pemberian makan meliputi complementary feeding practice (CFP) termasuk
diantaranya minimum acceptable diet (MAD), frekuensi, jumlah, dan bentuk
pemberian makan, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), kuesioner
pemberian makan, pemberian makan tambahan (PMT), dan makanan
pendamping air susu ibu (MP-ASI). Gabungan pola makan dan edukasi gizi
meliputi PMT dan konseling gizi, dan pengetahuan gizi dan pola pemberian
makan. Terdapat inkonsistensi dari hasil pemetaan data edukasi gizi dan pola
pemberian makan. Terdapat konsistensi data gabungan edukasi gizi dan pola
pemberian makan yang secara sinergis meningkatkan berat badan Balita wasting.
Kesimpulan: Terdapat inkonsistensi terhadap pola pemberian makan dan edukasi
gizi sebagai faktor tunggal terjadinya wasting. Terdapat konsistensi hasil
pemetaan data terhadap gabungan pola pemberian makan dan edukasi gizi
terhadap perbaikan gizi Balita wasting. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk
menggali faktor lain yang bisa menjadi perbaikan gizi atau faktor terjadinya
wasting. | en_US |