| dc.description.abstract | Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus
akut yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD meningkat dalam
beberapa dekade terakhir dan sebagian besar menyerang anak-anak. Indonesia
menempati peringkat kedua di antara negara endemis lainnya. Anak-anak adalah
kelompok yang paling banyak terinfeksi karena memiliki system imun yang lemah.
Faktor yang dapat mempengaruhi sistemn imun di antaranya adalah jenis kelamin,
usia, dan status gizi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi
terhadap derajat infeksi DBD pada anak di RSUD Bendan Kota Pekalongan
Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan data
rekam medis dari RSUD Bendan Kota Pekalongan. Data yang dikumpulkan
selama periode Januari-Desember 2021. Anak yang terlibat dalam penelitian ini
berusia 0-18 tahun. Status gizi diukur mengguanakn standar milik Kemenkes
tahun 2020. Derajat infeksi DBD dikategorikan menjadi derajat I-IV. Analisis
statistik dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan alternatif uji Fisher pada
SPSS 23.
Hasil: Sebanyak 28 pasien terlibat dalam penelitian ini, yaitu 13 pasien laki-laki
dan 15 pasien perempuan. Sebagian besar pasien berusia di atas 5 tahun. 78,6%
pasien memiliki status gizi baik. 50% pasien mengalami DBD derajat I. Analisis
data menggunakan uji Fisher menunjukkan nilai p adalah 1,000.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi terhadap derajat infeksi
DBD pada anak di RSUD Bendan Kota Pekalongan | en_US |