| dc.description.abstract | Sistem manajemen perkerasan perlu dilakukan sebagai suatu bentuk dari pengelolaan jalan agar
jalan dapat berfungsi dengan baik. Model Markov Chain menggambarkan kondisi perkerasan di
masa depan dan menggunakan metode optimasi nonlinear untuk menghasilkan pemeliharaan jalan
raya yang optimal. Penelitian yang dilakukan pada Jalan Suprapto, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Yos
Sudarso yang berada di Kabupaten Indramayu bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan
berdasarkan penilaian dengan metode PCI dan SDI serta memprediksi kondisi perkerasan dimasa
mendatang dengan metode Markov Chain. Setelah prediksi kondisi dimasa mendatang diketahui,
dapat ditentukan usulan pemeliharaan yang dapat dilakukan serta biaya pemeliharaannya.
Penelitian diawali dengan pengumpulan data kondisi jalan berdasarkan indeks kondisi perkerasan
dengan metode PCI dan indeks kerusakan permukaan dengan metode SDI. Pengamatan dilakukan
secara langsung terhadap tiga ruas jalan dengan membaginya menjadi dua jalur dan beberapa
segmen, dengan setiap segmen sepanjang 100 m. Total panjang ketiga ruas jalan adalah 3,65 km.
Berdasarkan kondisi jalan pada tahun 2024, prediksi dilakukan dengan cara mengalikan vektor
kondisi awal dengan matriks probabilitas transisi. Setelah diketahui bagaimana kondisi jalan
tersebut, maka usulan jenis pemeliharaan dapat ditentukan berdasarkan Permen PU No.
13/PRT/M/2011 beserta biaya yang harus dikeluarkan berdasarkan riwayat biaya pemeliharaan yang
telah dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan kondisi jalan rata-rata berdasarkan metode PCI dengan ratting very
good dan kondisi jalan berdasarkan metode SDI ada dalam kondisi baik. Prediksi yang dilakukan
dengan menggunakan Markov Chain menunjukkan bahwa kondisi jalan akan mengalami penurunan
kondisi baik serta kenaikan kondisi rusak berat dari tahun ke tahun jika tidak dilakukan penanganan.
Pola tindakan pemeliharaan beragam pada setiap ruas, ruas yang mengalami tingkat kerusakan yang
tinggi akan mendapat penanganan yang lebih serius, dan pada tahun berikutnya pemeliharaan akan
mengalami penurunan dan kemudian akan meningkat kembali sesuai dengan tingkat kerusakan. Pola
biaya pemeliharaan juga mengikuti tindakan penanganan yang dilakukan. Biaya pada tahun awal
merupakan biaya yang tertinggi, sedangkan biaya paling banyak dihabiskan untuk Ruas Jalan
Suprapto. | en_US |