| dc.contributor.author | Rahayu, Sri | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-30T03:06:51Z | |
| dc.date.available | 2024-10-30T03:06:51Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/53429 | |
| dc.description.abstract | Sungai Nil merupakan sungai terbesar yang terletak di kawasan Afrika. Besarnya
kekuatan yang mampu diberikan sungai Nil ternyata tidak dapat dimanfaatkan oleh
seluruh negara-negara aliran, hal tersebut dikarenakan adanya hak veto yang
dimiliki Mesir dan Sudan atas sungai Nil melalui perjanjian tahun 1929 dan 1959.
Penggunaan air Nil yang dilakukan sepihak oleh Mesir dan Sudan selama bertahuntahun menyebabkan terjadi perlawanan dari negara hulu. Ethiopia yang memimpin
negara hulu mengeluarkan kebijakan untuk membangun bendungan raksasa yang
dinamai Grand Ethiopian Renaissance Dam. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan memanfaatkan buku, jurnal maupun artikel ilmiah. Penjelasan
terkait sengketa di sungai Nil coba dijelaskan melalui perspektif Decision Making
Theory oleh pemikiran Snyder. Teori tersebut berhasil menyimpulkan apa saja
usaha yang dilakukan Ethiopia serta alasannya membangun bendungan ditinjau dari
variabel internal, sosial dan eksternal. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Ethiopia | en_US |
| dc.subject | GERD | en_US |
| dc.subject | Mesir | en_US |
| dc.title | Analisis Kebijakan Ethiopia dalam Upaya Pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam di Sungai Nil Ditinjau dari Teori Pengambilan Keputusan Oleh Richard Snyder Tahun 2011-2015 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 18323212 | |