| dc.description.abstract | Proses pengasapan ikan yang dilakukan oleh pengusaha ikan asap di Indramayu masih menggunakan tungku tradisional dengan menggunakan bahan bakar kayu bakar. Dengan cara tersebut seringkali para pelaku ikan asap merasa kesulitan dalam melakukan proses pengasapan tersebut mengingat banyak asap yang menyebar tidak beraturan di sekitar area pengasapan ikan. Akibat hal tersebut seringkali para pelaku ikan asap tersebut mengalami sesak napas dan penyakit lainnya yang mengganggu saluran pernapasan. Sebuah alat pengasapan ikan jenis oven yang tertutup dan lebih modern telah dibuat untuk mengantisipasi permasalahan tersebut diatas. Pada penelitian ini, akan diuji proses pengasapan ikan dengan menggunakan 2 jenis pengasapan yang berbeda, yang pertama adalah jenis oven dan yang kedua adalah jenis tungku tradisional (sistem konvensional). Dengan melakukan pengujian ini diharapkan dapat mengetahui kondisi optimal pada proses pengasapan ikan sistem oven tersebut bila dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Parameter pembanding pada pengujian ini adalah terdiri dari FCR (fuel consumption rate), laju kalor pembakaran, dan efisiensi pembakarannya serta kualitas dari ikan asap yang dihasilkan. Berdasarkan pada percobaan yang telah dilakukan, didapat temperatur pembakaran dan FCR untuk kedua model pengasapan tersebut tidak berbeda jauh. Sedangkan nilai efisiensi pembakaran sistem oven lebih tinggi bila dibandingkan dengan sistem konvensional. Efisiensi pembakaran pada sistem oven sekitar 8.3% dan efisiensi pada sistem konvensional sekitar 7.0%. Untuk kualitas ikan asap yang di hasilkan juga tidak mengalami perbedaan yang signifikan bila dilihat secara visual | en_US |