| dc.description.abstract | Saat ini Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu destinasi wisata bahari
yang paling populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Potensi peningkatan jumlah pengunjung Pantai Mesra dan Pantai Sepanjang akan
menimbulkan beberapa permasalahan. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah
sampah yang dihasilkan dari wisatawan dan pelaku usaha pariwisata. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan dari
berbagai aktivitas wisata di kawasan Pantai Mesra dan Pantai Sepanjang. Timbulan
dan komposisi sampah di Pantai Mesra dan Pantai Sepanjang diukur dengan
mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran
Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan dengan pengambilan
sampling dilakukan selama 8 hari berturut-turut. Dari hasil yang diperoleh rata-rata
timbulan sampah Pantai Mesra sebesar 17,90 kg/hari dan pantai Sepanjang sebesar
25,42 kg/hari, dengan komposisi sampah keduanya didominasi oleh sampah sisa
makanan, 19,22% sisa makanan Pantai Mesra dan 32,76% sampah sisa makanan
dari Pantai Sepanjang. Sistem pengelolaan sampah di Pantai Mesra dinilai cukup
baik, tetapi masih terdapat beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan yang
paling signifikan adalah belum adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk
pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan sampah. Sistem pengelolaan sampah
Pantai Sepanjang sudah dilayani oleh TPS3R. Pewadahan sampah sudah
menggunakan tempat sampah berlabel untuk memisahkan sampah organik dan
anorganik. | en_US |