Show simple item record

dc.contributor.authorAnggriani, Risma
dc.date.accessioned2024-10-30T02:04:17Z
dc.date.available2024-10-30T02:04:17Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53401
dc.description.abstractPada era Donald Trump Amerika Serikat dan Tiongkok terlibat dalam dalam perang dagang, fenomena ini didorong oleh kebijakan Donald Trump yang menganggap aktivitas ekspor Tiongkok ke AS sebagai ancaman perekonomian AS. ketergantungan ekonomi dan finansial antara Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki relevansi yang sangat penting dalam menghadapi perang dagang yang terjadi pada tahun 2018 antar kedua negara tersebut. Melihat hal demikian, maka penelitian ini akan membahas tentang mengapa Amerika Serikat dan Tiongkok masih saling bergantung satu sama lain selama perang dagang. Dalam penelitian ini, penulis aka menggunakan Teori interdependensi adalah sebuah teori yang digagas oleh Joseph Nye untuk menganalisis alasan mengapa Amerika Serikat dan Tiongkok masih memiliki ketergantungan satu sama lain selama perang dagang. Perang dagang tidak mampu memutus tali ketergantungan ekonomi yang kuat antara AS dan Tiongkok. Keduanya masih saling membutuhkan, dengan AS yang berutang banyak pada Tiongkok dan mengimpor berbagai produk darinya, sementara Tiongkok sangat bergantung pada teknologi dan investasi AS. Ketergantungan ini menciptakan dinamika yang kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi dan politik kedua negara.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectInterdependensien_US
dc.subjectPerangen_US
dc.subjectPerdaganganen_US
dc.subjectAmerika Serikaten_US
dc.subjectTiongkoken_US
dc.titleInterdependensi Ekonomi dan Konflik Perdagangan: Studi Kasus Perang Dagang Amerika Serikat-tiongkok Tahun 2018-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323334


Files in this item

Thumbnail
This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record