| dc.description.abstract | Riset menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan mental dan
kesejahteraan psikologis (psychological well-being) sebesar 42%. Bahkan generasi milenial memiliki
tingkat stres 12% lebih tinggi daripada generasi sebelumnya dan angkatan kerja saat ini didominasi
oleh pekerja generasi milenial. Artinya, generasi milenial memiliki kecenderungan pada kesejahteraan
psikologis yang rendah. Ketika karyawan kurang memiliki kesejahteraan psikologis yang kurang baik
maka akan berdampak kepada kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran modal
psikologis (psychological capital) sebagai pemoderasi pada kepemimpinan autentik (authentic
leadership) terhadap kesejahteraan psikologis. Partisipan pada penelitian ini merupakan karyawan
generasi milenial yang bekerja di perusahaan rintisan (N=360). Alat ukur yang digunakan pada
penelitian ini yaitu Ryff’s psychological well-being scale Garcia et al., (2023), psychological capital
questionnaire (PCQ) Lorenz et al., (2022) dan kuesioner kepemimpinan autentik (ALQ) Palalar Alkan &
Aydoğdu (2019). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode
moderation analysis dan dibantu oleh software JAMOVI 2.3.18. Hasil dari analisis pada penelitian ini
menunjukkan bahwa modal psikologis tidak mampu berperan sebagai pemoderasi dalam
memperkuat atau memperlemah pada hubungan antara kepemimpinan autentik dengan
kesejahteraan psikologis pada karyawan generasi milenial yang bekerja di perusahaan rintisan dan
kepemimpinan autentik memiliki hubungan secara langsung dengan kesejahteraan psikologis pada
karyawan generasi milenial yang bekerja di perusahaan rintisan. | en_US |