| dc.description.abstract | Latar Belakang: COVID-19 dapat memengaruhi sel beta pankreas, hal ini dapat
menyebabkan kekurangan insulin dengan demikian meningkatkan kadar glukosa
darah. Prevalensi COVID-19 komorbid diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ciamis
tergolong tinggi, yaitu sebesar 41,7 %.
Sehingga data mengenai hubungan kadar glukosa darah dengan mortalitas pada
pasien COVID-19 komorbid DMT2 menjadi penting dan diperlukan untuk
mencegah tingginya angka mortalitas.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah saat masuk
rumah sakit dengan mortalitas pada pasien COVID-19 komorbid diabetes melitus
di rumah sakit umum daerah (RSUD) Ciamis.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain
cross-sectional dan teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui
pengambilan data rekam medik seluruh pasien COVID-19 komorbid diabetes
melitus yang dirawat dari periode tahun 2020 sampai 2022 di RSUD Ciamis. Data
kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil: Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar glukosa darah
saat masuk rumah sakit dengan mortalitas pada pasien COVID-19 komorbid
diabetes melitus (p value = 0,389, OR=1,633).
Kesimpulan: Terapi penurunan kadar glukosa darah dengan segera efektif untuk
menurunkan angka mortalitas pada pasien COVID-19 komorbid diabetes melitus | en_US |