Penerapan COSO ERM Integrated Framework Berbasis Key Performance Indicator dan Penyesuaiannya Terhadap Pedoman Good Corporate Governance (Studi Kasus: Departemen Organization Design & Human Capital Planning PT. XYZ)
Abstract
PT. XYZ sebagai BUMN di industri baja nasional, melakukan restrukturisasi signifikan
sejak 2019 hingga saat ini. Dengan adanya restrukturisasi tersebut, Departemen OD &
HCP sebagai unit kerja yang berperan dalam pengembangan organisasi mengalami
penurunan capaian KPI sejak tahun 2019. Sebagai BUMN, PT. XYZ juga wajib
mematuhi Good Corporate Governance secara konsisten dan berkelanjutan dengan
berpedoman pada Peraturan Menteri. Terdapat Peraturan Menteri BUMN baru Nomor
PER-02/MBU/03/2023, pada Pasal 49 sampai dengan Pasal 54, BUMN wajib
menerapkan manajemen risiko secara efektif dengan melengkapi pemenuhan organ
pengelola risiko sesuai dengan kategori dan klasifikasi risiko BUMN. Serta pada Pasal
62 tentang pembentukan unit kerja Manajemen Risiko. Untuk mengatasi hal ini,
diperlukan penerapan Manajemen Risiko dengan kerangka COSO ERM Integrated
Framework, yang berfokus pada tata kelola perusahaan dan strategi manajemen risiko
yang relevan. Hasil kerangka COSO ERM Integrated Framework menunjukkan bahwa
terdapat 4 kejadian risiko dengan risk level paling tinggi terhadap pencapaian KPI
terkait perubahan organisasi. Sehingga, dapat diketahui bahwa hasil manajemen risiko
yang dilakukan telah relevan dengan Peraturan Menteri yang baru, serta perusahaan
telah mematuhi regulasi terhadap pedoman Good Corporate Governance yang sesuai
dengan Peraturan Menteri BUMN.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
