| dc.description.abstract | Latar Belakang: Bakteri Streptococcus mutans merupakan bakteri yang paling
banyak ditemukan pada plak gigi. Hal ini dapat dicegah dengan penggunaan obat
kumur, namun jika penggunaannya dalam jangka lama mengakibatkan
bertambahnya kerusakan gigi. Oleh karena itu, alternatif lain dengan
mengembangkan bahan alam yaitu seperti seledri dan jeruk manis.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui peluang serta kandungan senyawa
kombinasi minyak atsiri seledri dan jeruk manis sebagai antibakteri Streptococcus
mutans.
Metode Penelitian: Scoping review menggunakan guideline Revised Social
Network Model (rSNM). Sumber data yang digunakan adalah Google scholar,
Research Gate, ProQuest, ScienceDirect, PubMed.
Hasil: Terdapat 8 artikel yang dianalisis. Diameter zona inhibisi minyak atsiri
seledri dan jeruk manis adalah 0-18,3 mm dan 0-34,9 mm. Didapatkan KHM
3,13%, sedangkan minyak atsiri jeruk manis memiliki KHM 5-34,9 mg/mL tetapi
tidak ditemukan KBM pada keduanya. Kandungan senyawa minyak atsiri paling
tinggi dari kedua tanaman tersebut adalah limonen.
Kesimpulan: Kombinasi minyak atsiri pada kedua tanaman tersebut berpeluang
untuk digunakan sebagai antibakteri karena sinergitas komponen dan senyawa
masing-masing. | en_US |