Show simple item record

dc.contributor.authorSetiyani, Hasna Nur
dc.date.accessioned2024-10-29T02:28:32Z
dc.date.available2024-10-29T02:28:32Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53315
dc.description.abstractLatar Belakang: Bakteri Streptococcus mutans merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan pada plak gigi. Hal ini dapat dicegah dengan penggunaan obat kumur, namun jika penggunaannya dalam jangka lama mengakibatkan bertambahnya kerusakan gigi. Oleh karena itu, alternatif lain dengan mengembangkan bahan alam yaitu seperti seledri dan jeruk manis. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui peluang serta kandungan senyawa kombinasi minyak atsiri seledri dan jeruk manis sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Metode Penelitian: Scoping review menggunakan guideline Revised Social Network Model (rSNM). Sumber data yang digunakan adalah Google scholar, Research Gate, ProQuest, ScienceDirect, PubMed. Hasil: Terdapat 8 artikel yang dianalisis. Diameter zona inhibisi minyak atsiri seledri dan jeruk manis adalah 0-18,3 mm dan 0-34,9 mm. Didapatkan KHM 3,13%, sedangkan minyak atsiri jeruk manis memiliki KHM 5-34,9 mg/mL tetapi tidak ditemukan KBM pada keduanya. Kandungan senyawa minyak atsiri paling tinggi dari kedua tanaman tersebut adalah limonen. Kesimpulan: Kombinasi minyak atsiri pada kedua tanaman tersebut berpeluang untuk digunakan sebagai antibakteri karena sinergitas komponen dan senyawa masing-masing.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSeledrien_US
dc.subjectApium Graveolensen_US
dc.subjectJeruk Manisen_US
dc.subjectCitrus Sinensisen_US
dc.subjectMinyak Atsirien_US
dc.subjectAntibakterien_US
dc.subjectStreptococcus Mutansen_US
dc.titleKajian Peluang Kombinasi Minyak Atsiri Seledri (Apium Graveolens) dengan Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Terhadap Streptococcus Mutans: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17711090


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record