| dc.description.abstract | Divisi pengadaan adalah satu bagian divisi di PT Timah Tbk yang bertanggung jawab
atas proses pengadaan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan kegiatan yang
berlangsung di perusahaan. Pada proses pengadaan masih terdapat keterlambatan
penyerahan Purchase Order (PO) dari beberapa supplier. Keterlambatan penyerahan
barang dapat menghambat proses produksi perusahaan. Oleh karena itu, perusahan harus
meningkatkan kinerja supply chain pada proses pengadaan barang untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah SCOR
Racetrack 12.0 dengan tujuan melakukan pengukuran parformance kinerja pada setiap
proses supply chain melalui beberapa atribut dan metricts. 5 tahapan metode ini yaitu,
pre-SCOR, Set the Scope, Configure the Supply chain, Optimize Project dan Ready for
Implementation. Atribut yang akan ditingkatkan pada penelitian ini berdasarkan
permasalahan keterlambatan penyerahan barang adalah Ressponsiveness. Dari 7 metrics
level-3, terdapat 3 metrics yang masih mempunyai gap dari target performance
perusahaan. Yaitu, RS.3.107 Receive Product Cycle Time, RS.3.125 Select Supplier and
Negotiate Cycle Time, RS.3.140 Verify Product Cycle Time. Setelah identifikasi
penyebab terjadinya gap, dilakukan program improvement berdasarkan metrics best
practice SCOR 12.0 Racetrack. Program Improvement berupa 6 usulan yaitu membentuk
team Supply chain Risk Monitoring (BP.173), Improvement system E-Procurement
dengan menambahkan Transportation Management System (BP.115), Improvement
system E-Procurement ditambahkan dengan rating performance (BP.134),
Pengelompokan data vendor berdasarkan bergerak di bidang yang sama pada EProcurement (BP.062), Mengintegrasikan komponen perangkat keras dan perangkat
lunak E-Procurement (BP.098), dan Improvement E-Procurement dengan integrasi
verifikasi penerimaan barang terkait eksternal perusahaan (BP.148). | en_US |