Show simple item record

dc.contributor.authorParamitha, Tarissya
dc.date.accessioned2024-10-28T08:38:35Z
dc.date.available2024-10-28T08:38:35Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53301
dc.description.abstractMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia dan masuk dalam sembilan bahan pokok. Saat ini sedang terjadi kenaikan harga minyak goreng akibat dari harga minyak kelapa sawit mentah di pasar internasional mengalami kenaikan dan mencapai harga tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah. Sehingga tindakan pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng adalah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang elektronik atau bantuan non tunai dengan target utama adalah Keluarga Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan PKH (Program keluarga Harapan) serta Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan makanan gorengan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bias yang terjadi terhadap BLT yang diberikan kepada keluarga penerima bantuan dan memberikan saran untuk pemerintah berdasarkan hasil akurasi biaya dalam pemenuhan minyak goreng selama 3 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik mean sampel tunggal dan mean sampel ganda untuk mengetahui akurasi jawaban responden terhadap pergerakan harga minyak goreng. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data aktual Pemerintah Indonesia mengenai pergerakan harian harga minyak goreng. Terdapat 35 responden yang termasuk dalam karakteristik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terjadi optimistik bias terhadap perkiraan harga minyak goreng oleh masyarakat. Masyarakat memperkirakan harga minyak goreng akan turun, namun pada kondisi aktualnya harga minyak goreng selama sebulan dari Mei hingga Juni menunjukkan harga tetap tidak naik maupun turun. Kemudian saran yang dapat diberkan untuk pemerintah yaitu sebaiknya dengan kenaikan harga yang melambung tinggi mampu memberikan subsidi untuk minyak goreng kemasan sederhana dan minyak curah. Selanjutnya untuk harga jual minyak goreng dapat mempertimbangkan antara Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pasar.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectJudgemental Biasesen_US
dc.subjectBantuan Langsung Tunai (BLT)en_US
dc.subjectHarga Minyak Gorengen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Akurasi BLT Tiga Bulan Terhadap Optimistik Bias dalam Pemenuhan Minyak Goreng Keluarga Penerima BLTen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18522298


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record