Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mengurangi Pemborosan Pada Proses Produksi Batik Tulis (Studi Kasus: Ikm Batik Madana, Kampung Batik Giriloyo)
Abstract
Industri batik di Indonesia, yang didominasi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM),
memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Salah satu contoh adalah
IKM Batik Madana, yang berlokasi di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, menghadapi
berbagai tantangan produksi batik tulis, terutama terkait pemborosan waktu pada tahap
pewarnaan. Tantangan utama dalam produksi batik tulis meliputi proses yang tidak efisien
dan perpindahan barang yang tidak perlu. Untuk mengatasi masalah ini, penerapankonsep
lean manufacturing dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM), ValueStream
Analysis Tools (VALSAT), dan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) diusulkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang menyebabkan
waste dan menguranginya menggunakan konsep lean manufacturing, sertamemberikan
usulan rekomendasi perbaikan dengan menggunakan pendekatan PDCA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ditemukan 2 jenis waste yang paling dominan adalah waste
inappropriate processing dan waste transportation. Usulan rekomendasi yang diberikan
diantaranya Standard Operating Procedure (SOP) terkait teknik pencelupan dan
penentuan standar konsentrasi zat warna dan garam yang tepat, penggantian alat
takar/timbangan dari tradisional ke timbangan digital pada prosespenakaran zat warna
dan garam, serta pembuatan desain troli custom sebagai wadah sekaligus alat angkut kain.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengurangan waktu operation dari 6752,425 detik
menjadi 6123,442 detik, serta pengurangan waktu transportation dari 1027,882 detik
menjadi 996,794 detik, sehingga diperoleh pengurangan waktu cycle time yang semula
sebesar 24076,64 detik berkurang menjadi 23416,62945 detik.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
