| dc.description.abstract | Peningkatan jumlah penduduk dan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Piyungan menimbulkan tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta. Pemerintah
Kota Yogyakarta berupaya mencari solusi dengan menyusun kebijakan dan strategi. Dalam
strateginya terbagi dalam tiga fase yaitu, strategi pengolahan hulu, pengolahan tengah, dan
pengolahan hilir. Pada penelitian ini ditujukan mengenai analisis strategi pengelolaan sampah
Kota Yogyakarta melalui metode SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang
digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal. Serta analisis kelayakan
finansial dengan metode BCR (Benefit Cost Ratio) dari potensi penjualan RDF (Refuse-
Derived Fuel). Berdasarkan hasil analisis SWOT, dengan perumusan strategi atau tahapan
pencocokan (matching stage). Hasil yang didapatkan memberikan sebelas rumusan strategi
untuk mendukung keberhasilan strategi pengelolaan sampah Kota Yogyakarta. Sedangkan
hasil analisis BCR yang didapat dari tiga alternatif skenario menunjukan nilai BCR pada
skenario 1 (1,18), skenario 2 (0,26), dan skenario 3 (0,19). Sehingga skenario 1 layak secara
finansial untuk dijalankan karena benefit yang didapatkan lebih besar daripada biaya yang
dikeluarkan. | en_US |