Hubungan Antara Modal Psikologis dan Keterikatan Kerja Pada Karyawan PT X
Abstract
Sumber daya manusia menjadi salah satu kunci kesuksesan suatu perusahaan,
perusahaan yang memiliki karyawan yang memiliki keterikatan kerja yang tinggi
maka perusahaan akan mempunyai karyawan yang lebih inisiatif dan lebih
proaktif. Salah satu yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja karyawan yaitu
Keterikatan Kerja, oleh karena itu penelitian ini bertujuan Menguji secara empiris
bagaimana modal psikologis berhubungan dengan keterikatan kerja pada
karyawan PT X dan mengetauhi peran faktor demografis terhadap hubungan
diantara modal psikologis dan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Hipotesis
penelitian yakni akan ada hubungan positif antara modal psikologis dan
keterikatan kerja. Penelitian ini melibatkan 115 karyawan pada seluruh
departemen yang bekerja di PT X. Desain yang digunakan pada penelitian ini
adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Alat ukur modal
psikologis yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Compound
Psychological Capital Scale (CPC 12) yang dikembangkan oleh Lorenz, Beer,
Putz, dan Heinitz (2016) 12 aitem. Adapun alat ukur keterikatan kerja yang
digunakan pada penelitian ini adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES)
yang dikembangkan oleh Schaufeli et al (2002) 17 aitem. Kemudian data yang
diperoleh dengan metode purpose sampling. Hasil penelitian dengan analisis
korelasi parsial, mengontrol social desirability, menunjukkan Keterikatan Kerja
berkorelasi positif signifikan dengan Keterikatan Kerja pada karyawan PT X. Dari
keempat dimensi modal psikologis, dimensi optimisme pada karyawan yang
merupakan salah satu dimensi keterikatan kerja menjadi indikator paling banyak
dalam memprediksi keterikatan kerja pada karyawan di PT X
Collections
- Psychology [2602]
