Hubungan Konsumsi Nasi Putih dengan Laju Produksi Sebum Pada Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Penderita Akne Vulgaris
Abstract
Latar Belakang: Akne Vulgaris (AV) merupakan salah satu penyakit kulit
multifaktorial yang disebabkan oleh beberapa proses yang mengakibatkan
peradangan pada pilosebasea. Pada AV terjadi peningkatan produksi sebum,
hiperkeratinisasi folikel rambut, peningkatan kolonisasi bakteri Propionibacterium
acnes (P. acnes) dan inflamasi. Pemicunya terdiri dari berbagai macam, salah
satunya adanya konsumsi makanan. Nasi putih merupakan salah satu makanan
pokok yang paling sering dikonsumsi di Indonesia. Konsumsi nasi putih dapat
mempengaruhi dari produksi sebum pada tubuh karena memiliki kadar indeks
glikemik yang cukup tinggi. Hal ini bisa dipengaruhi dari jenis beras, cara
memasak, dan penyimpanan yang dapat mengubah dari kadar glukosa.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui adanya hubungan antara konsumsi nasi
putih dengan laju produksi sebum pada penderita akne vulgaris.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan peneletian observasional dengan
metode cross-sectional pada mahasiswa Universitas Islam Indonesia sebanyak
35 orang yang telah melalui pemeriksaan fisik dan juga pengukuran sebum
menggunakan sebumeter. Selanjutnya dilakukan pengambilan data
menggunakan kuesioner berupa Semi Quantitative Food Frequency Quitionare
dan 24 Hours food Recall. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan
SPSS untuk analisis univariat dan bivariat menggunakan uji
korelasiSpearmanRho.
Hasil: Analisis univariat didapatkan kecenderungan hiperseborea pada sebagian
responden dan keseluruhan memenuhi kriteria dalam konsumsi nasi putih. Hasil
analisis bivariat menunjukkan p value sebesar 0,083 yang menunjukkan tidak
ada hubungan signifikan antara konsumsi nasi putih dengan sebum.
Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi nasi
putih dengan laju produksi sebum pada penderita akne vulgaris.
Collections
- Medical Education [2954]
