| dc.description.abstract | Penyakit demam berdarah atau biasa disebut DBD merupakan penyakit serius yang muncul
hampir setiap tahun di daerah-daerah tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi penyebaran
penyakit DBD di daerah-daerah tersebut. Umumnya penyebaran dipengaruhi oleh curah hujan,
suhu, kecepatan angin, kepadatan penduduk, dan jumlah kasus penderita DBD. Selama ini,
Tindakan pencegahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur sebatas gerakan
sosialisasi. Untuk menambah instrumen tindakan pencegahan penyebaran penyakit DBD ini,
maka akan dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mampu menentukan peringkat
daerah yang berkemungkinan mengalami lonjakan kasus DBD beserta faktor potensial
pendorong kasus tersebut. Dalam menentukan faktor potensial tersebut, SPK ini menggunakan
metode Analythical Hierarchy Process untuk menentukan bobot setiap kriteria berdasarkan
preferensi dari pengambil keputusan. Dan untuk penentuan peringkat wilayah, SPK ini
menggunakan metode Simple Additive Weighting. SPK ini diharapkan mampu membantu dan
meminimalisir unsur subjektifitas selama proses pengamnilan keputusan.
Pembangunan SPK ini dilakukan melalui beberapa tahap. Dimulai dari tahap analisis yang
mana meliputi analisis masalah, analisis solusi, pemodelan, analisis kasus, dan analisis
kebutuhan sistem. Selanjutnya ialah tahapan perancangan yang meliputi rancangan interaksi
pengguna dan sistem, rancangan penyimpanan data ke dalam sistem, dan rancangan tampilan
pengguna. Tahapan terakhir ialah tahap pengujian validitas.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sistem Pendukung Keputusan telah berjalan dengan
baik sesuai dengan perhitungan manual dari pengambil keputusan. Namun nilai sensitifitas,
spesifisitas, nilai prediksi, dan akurasi masih tergolong kecil sehingga diperlukan beberapa
faktor atau kriteria tambahan yang tepat dan penyesuaian preferensi yang tepat pada periode
waktu tertentu sehingga Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Daerah Dan Faktor Potensial
Endemi DBD dapat berjalan dengan lebih baik. | en_US |