| dc.description.abstract | Plastik banyak dimanfaatkan kemasan makanan. Namun penggunaan
plastic menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Edible film merupakan
alternatif kemasan biodegradable yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini
dilakukan formulasi edible film dari pati biji alpukat, pektin kulit pisang dengan
variasi 5:0; 3,5:1,5; 2,5:2,5; 1,5:3,5; 0:5 gram dan penambahan gliserol.
Karakterisasi edible film yang dilakukan meliputi pengujian FTIR, kuat tarik,
elongasi, laju transmisi uap air (WVTR), daya serap air (swelling), biodegradasi,
dan aplikasinya pada makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi masa
pati biji alpukat dan pektin kulit pisang mempengaruhi hasil edible film yang
diperoleh. Penambahan pati biji alpukat dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan
elongasi namun masih kurang efektif untuk menurunkan nilai swelling dan laju
transmisi uap air (WVTR). Edible film yang terbaik dihasilkan adalah sampel D
dengan variasi pati biji alpukat : pektin kulit pisang 3,5 : 1,5. Edible film tersebut
memiliki nilai kuat tarik 2,3666 MPa, elongasi 8,5484 %,laju transmisi uap air
(WVTR) 710,4797 g/hari.m2
, kelarutan dalam air (swelling) 60,053%, mampu
mempertahankan kualitas mutu cabai dan tomat dalam waktu 9 hari, serta dapat
terdegradasi pada hari ke 30 gugus fungsi yang terdapat dalam edible film
diantaranya adalah OH, C-H, C=O, CH2, dan C-O. | en_US |