| dc.description.abstract | Latar Belakang: Osteoporosis merupakan gangguan tulang yang ditandai dengan
penurunan massa dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang. Tidur merupakan
kondisi fisiologis tubuh yang berhubungan dengan irama sirkadian, dimana
perbedaan pola tidur setiap individu berhubungan dengan risiko osteoporosis. Pola
tidur meliputi durasi, kualitas, onset, dan gangguan tidur. Studi ini bertujuan untuk
mengkaji pengaruh pola tidur tertentu terhadap risiko osteoporosis.
Metode: Enam database publikasi, yaitu Pubmed, Sciencedirect, Cochrane,
Google Scholar, Proquest, dan Ebsco digunakan untuk pencarian artikel yang
dipublikasi antara 2012 - 2022 dengan kombinasi kata kunci sleep, risk,
osteoporosis dan bone. Artikel yang didapatkan di skrining dan diseleksi sesuai
kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dari artikel kemudian di ekstrak,
di analisis, dan disintesis.
Hasil: Data yang diperoleh dari 63 artikel menunjukkan bahwa durasi tidur total
harian, durasi tidur malam, panjangnya durasi tidur siang, panjangnya durasi tidur
saat siang, banyaknya frekuensi tidur sian, onset tidur, keterlibatan
OSA/insomnia/gangguan tidur tidak spesifik, kronotipe tipe malam, buruknya
kualitas tidur berhubungan dengan peningkatan risiko osteoporosis. OSA, durasi
tidur total harian panjang, dan durasi tidur malam pendek berhubungan dengan
efek protektif terhadap risiko osteoporosis.
Kesimpulan: Manajemen tidur memiliki potensi untuk menjadi target dalam
mencegah osteoporosis. | en_US |