Show simple item record

dc.contributor.authorPravita, Dita Juliana
dc.date.accessioned2024-10-25T06:24:01Z
dc.date.available2024-10-25T06:24:01Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53172
dc.description.abstractLatar Belakang: Osteoporosis merupakan gangguan tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang. Tidur merupakan kondisi fisiologis tubuh yang berhubungan dengan irama sirkadian, dimana perbedaan pola tidur setiap individu berhubungan dengan risiko osteoporosis. Pola tidur meliputi durasi, kualitas, onset, dan gangguan tidur. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola tidur tertentu terhadap risiko osteoporosis. Metode: Enam database publikasi, yaitu Pubmed, Sciencedirect, Cochrane, Google Scholar, Proquest, dan Ebsco digunakan untuk pencarian artikel yang dipublikasi antara 2012 - 2022 dengan kombinasi kata kunci sleep, risk, osteoporosis dan bone. Artikel yang didapatkan di skrining dan diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dari artikel kemudian di ekstrak, di analisis, dan disintesis. Hasil: Data yang diperoleh dari 63 artikel menunjukkan bahwa durasi tidur total harian, durasi tidur malam, panjangnya durasi tidur siang, panjangnya durasi tidur saat siang, banyaknya frekuensi tidur sian, onset tidur, keterlibatan OSA/insomnia/gangguan tidur tidak spesifik, kronotipe tipe malam, buruknya kualitas tidur berhubungan dengan peningkatan risiko osteoporosis. OSA, durasi tidur total harian panjang, dan durasi tidur malam pendek berhubungan dengan efek protektif terhadap risiko osteoporosis. Kesimpulan: Manajemen tidur memiliki potensi untuk menjadi target dalam mencegah osteoporosis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPola Tiduren_US
dc.subjectHubunganen_US
dc.subjectOsteoporosisen_US
dc.titleHubungan Pola Tidur dengan Risiko Osteoporosisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18711095


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record