| dc.description.abstract | Latar Belakang : Hiperlipidemia merupakan penyakit yang ditandai dengan
peningkatan salah satu plasma lipid pada darah yaitu plasma lipoprotein low density
lipoprotein (LDL). Peningkatan kadar LDL dapat menyebabkan pembentukan plak
aterogenesis meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini dapat dicegah
menggunakan terapi farmakologis hiperlipidemia utama yaitu obat golongan statin.
Penggunaan statin memiliki efek samping sedikit meningkatkan risiko diabetes
mellitus pada pasien prediabetes, mialgia, dan toksisitas hati dalam penggunaan
jangka panjang. Ketika efek samping terjadi dosis atau frekuensi harus diturunkan,
meresepkan statin alternatif atau menggabungkan terapi statin dan nonstatin.
Alternatif penggunaan obat herbal seperti kurkumin, teh hitam, teh hijau, kayu manis,
resveratrol, ekstrak bawang, jahe, dan kedelai dapat menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular. Kurkumin merupakan bahan aktif dari kunyit Curcuma longa yang
dikenal sebagai bahan aktif antioksidan, antikanker, antiinflamasi, sitoprotektif, dan
hipolipidemia.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efek kombinasi kurkumin dan simvastatin
terhadap kadar LDL pada tikus yang diinduksi hiperlipidemia.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode post-test only control group
design. Kelompok perlakuan diinduksi kuning telur puyuh dan intervensi terapi
kurkumin, simvastatin, dan kombinasi keduanya. Pengukuran kadar LDL
menggunakan serum darah. Analisis data menggunakan One-way ANOVA.
Hasil : Hasil pengamatan kadar LDL serum didapatkan rerata (nmol/ml) K (4,85 ±
3,78), K- (6,88 ± 2,98), K1 (4,79 ± 3,23), K2 (6,78 ± 0,89), dan K3 (3,43 ± 1,87). Hasil
analisis, didapatkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,262).
Kesimpulan : Terdapat efek kombinasi kurkumin dan simvastatin terhadap kadar LDL
pada tikus yang diinduksi hiperlipidemia yaitu penurunan kadar LDL serum, akan
tetapi tidak menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik dibandingkan tanpa
kombinasi. | en_US |