| dc.description.abstract | Latar Belakang: Depresi postpartum adalah gangguan mood ibu pasca
melahirkan yang ditandai dengan gejala sedih berkepanjangan, kehilangan minat,
anhedonia, anoreksia, memiliki perasaan bersalah, merasa memiliki harga diri
yang rendah, gangguan tidur, perasaan lelah terus menerus, dan konsentrasi yang
menurun. Prevalesi depresi di Indonesia mencapai 6,2% tersebar di seluruh
Indonesia. Ibu mengalami berbagai perubahan baik secara fisik maupun psikis
yang menjadi salah satu faktor terjadinya depresi postpartum. Maka dukungan
kepada ibu yang menyusui sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental
ibu. Sikap, pengetahuan, dan dukungan kepada ibu merupakan faktor
keberhasilan dalam menyusui.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan
antara dukungan ibu menyusui dengan tingkat depresi postpartum di Kabupaten
Sleman tahun 2022.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan metode cross sectional. Kriteria inklusi penelitian ini adalah ibu menyusui
dengan bayi 4 minggu hingga 12 bulan dan memiliki akses atau kemampuan
mengisi kuesioner. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah responden dengan data
tidak lengkap, kondisi bayi dengan malformasi atau kecacatan fisik, dan bayi lahir
mati. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji fisher’s exact pada
59 ibu menyusui.
Hasil: Berdasarkan analisis bivariat dengan uji fisher’s exact terhadap dukungan
ibu menyusui dengan depresi postpartum didapatkan nilai p=0,025.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan ibu menyusui
dengan depresi postpartum di Kabupaten Sleman Tahun 2022. | en_US |