Implementasi Scor 12.0 dan AHP dalam Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) pada IKM Batik Nakula Sadewa
Abstract
Batik adalah karya budaya tanah air yang menjadi salah satu hasil karya bangsa Indonesia
yang telah secara resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya asli dari Indonesia.
Salah satu IKM yang bergerak di Industri Batik adalah IKM Batik Nakula Sadewa yang
berlokasi di Iropaten, Triharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. IKM Batik Nakula
Sadewa mempunyai metode produksi make to order. IKM ini belum pernah melakukan
pengukuran kinerja terhadap rantai pasoknya. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan
tersendiri, dimana IKM Batik Nakula Sadewa tidak tahu pasti bagaimana kondisi kinerja
rantai pasoknya saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja rantai pasok
pada IKM Batik Nakula Sadewa dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan
performansi rantai pasoknya. Analisis upaya peningkatan kinerja ini diharapkan mampu
meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM. Pengukuran kinerja rantai pasok
dilakukan menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) 12.0 dan
Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima proses
utama yang terdiri dari Plan, Source, Make, Deliver, dan Enable. Selain itu didapatkan
20 metrik tervalidasi. Setelah semua metrik di analisis menggunakan Traffic Light
System, didapatkan 12 metrik dengan indikator berwarna hijau, lima metrik berwarna
kuning, dan tiga metrik berwarna merah. Secara keseluruhan nilai kinerja rantai pasok
dari IKM Batik Nakula Sadewa periode Desember 2021 – Februari 2022 adalah sebesar
72,45% dimana nilai tersebut masuk kedalam kategori Good.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
