| dc.description.abstract | Antusias masyarakat yang cukup tinggi dalam berwisata mendorong sebagian masyarakat
kreatif di berbagai wilayah untuk mengembangkan wisata baru agar wisatawan memiliki
pengalaman baru terhadap destinasi wisata. Peningkatan objek wisata rintisan disinggung
pada acara Rapat Koordinasi Destinasi Super Prioritas Borobudur 2020. Pengoptimalan
pengunjung wisatawan di objek wisata rintisan perlu dilakukan melalui promosi di media
internet. media internet dapat berupa media sosial, apps platform, dan website. Pemanfaatan
teknologi informasi dibidang pariwisata diimplementasikan melalui Sistem Informasi
Manajemen Objek Wisata Rintisan. Pengembangannya dilakukan melalui Metode Waterfall
Development. Pengembangan dilalui dari beberapa proses yang diawali identifikasi masalah.
Identifikasi masalah didapat melalui observasi wawancara di beberapa objek wisata rintisan
di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari hasil observasi yang didapat selanjutnya mengekstraksi
informasi-informasi sebagai daftar kebutuhan yang disebut analisis kebutuhan pengguna.
Analisis kebutuhan pengguna yang telah disusun kemudian dilakukan perancangan sistem.
Perancangan sistem dilakukan untuk menghasilkan mock-up yang sesuai atas kebutuhan
pengguna. Perancangan sistem dibagi melalui beberapa fitur-fitur yang didapat dari analisis
kebutuhan. Selanjutnya dilakukan implementasi rancangan sistem sehingga sistem dapat
digunakan oleh pengguna sesuai fungsional. Tahap terakhir yaitu evaluasi untuk
menghasilkan improvisasi sistem. Dari observasi dan pengembangan diperoleh analisis
kebutuhan yang sesuai dalam bentuk fitur-fitur sistem, hasil prototype antarmuka dan user
experience, desain basisdata, dan hasil baku sistem informasi manajemen objek wisata
rintisan | en_US |