| dc.description.abstract | Masyarakat di lahan gambut menggunakan air gambut untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari mereka seperti untuk air minum, mandi, cuci dan kakus
(MCK). Air gambut mengandung humat, asam fulvat dan humin yang berperan
sebagai pewarna pada air gambut. Selain itu air gambut juga memiliki pH 3-4,
kadar Fe sebesar 0,5-1,62 mg/L, turbiditas sebesar 10-30 NTU, TDS sebesar 24-
107,9 mg/L dan COD sebesar 70-81 mg/L. Evaluasi biji nangka sebagai koagulan
alami pada pengolahan air gambut menggunakan variasi pengadukan cepat 5, 10,
dan 15 menit serta pH PZC dan pH 8. Pembentukan flok dengan waktu pengadukan
cepat yang singkat mengikuti mekanisme netralisasi muatan, sedangkan waktu
pengadukan cepat yang lebih lama mengikuti mekanisme polymer bridging.
Seiring waktu pengadukan yang semakin meningkat, maka ukuran flok akan
semakin bertambah besar. Selain itu, ukuran flok juga akan semakin besar dengan
meningkatnya pH. Proses flokulasi-koagulasi menggunakan biji nangka dapat
menurunkan turbiditas, fe dan TDS masing-masing sebesar 96,51%; 93,36%
dan 67,77%, serta meningkatkan pH menjadi 7,3 dan intensitas cahaya sebesar
81,02%. Namun meningkatkan nilai TOC menjadi 95,92 mg/L. Waktu
pengadukan 10 menit merupakan waktu optimum dalam proses koagulasi-
flokulasi. | en_US |