| dc.description.abstract | Latar Belakang: Covid-19, yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, pertama kali
terdeteksi di Cina pada Desember 2019 dan dinyatakan pandemi oleh World
Health Organization (WHO) pada Maret 2020. Hingga 2022, terdapat 396 juta
kasus dan 5,7 juta kematian global, dengan Indonesia melaporkan 4,58 juta kasus
dan 145 ribu kematian. RT-PCR adalah metode diagnostik utama, sementara D-
dimer digunakan sebagai biomarker untuk keparahan penyakit, dengan nilai lebih
dari 500 ng/ml terkait gejala kritis.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan D-dimer dengan lamanya
perawatan pasien Covid-19.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan pendekatan studi potong-lintang. Penelitian ini menggunakan data
sekunder dengan metode sampling berupa consecutive sampling. Data diambil
dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD dr. Soediran Mangun
Sumarso, Kabupaten Wonogiri. Data kemudian dianalisis univariat, bivariat, dan
multivariat.
Hasil: Berdasarkan 162 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,
didapatkan hasil analisis bivariat terhadap lamanya perawatan dan outcome
berturut-turut sebagai berikut: usia (p=0,197; p=0,008), jenis kelamin (p=0,858;
p=0,753), derajat keparahan (p=0,000; p=0,000), komorbid (p=0,191; p=0,017),
kadar D-dimer (p=0,026; p=0,007), nilai NLR (p=0,574; p=0,628), pemberian ARV
(p=0,218; p=0,000), pemberian antikoagulan (p=0,479; p=0,204), dan infeksi virus
selain SARS-CoV-2 (p=0,104; p=1,000). Sementara, hasil analisis multivariat
terhadap lamanya perawatan dan outcome berturut-turut sebagai berikut: D-dimer
tinggi (OR 1,838; p=0,589 & OR 0,696; p=0,667), usia dewasa paruh baya (OR
2,566; p=0,306 & OR 0,168; p=0,059), usia lansia (OR 1,596; p=0,600 & OR 0,220;
p=0,096), derajat sedang (OR 2,120; p=0,535 & OR 0,000; p=0,999), derajat berat-
kritis (OR 0,140; p=0,138 & OR 0,000; p=0,999), dengan komorbid (OR
19948158,3; p=0,999 & OR 0,000; p=0,999), tanpa pemberian ARV (OR 1,886;
p=0,150 & OR 1,104; p=0,824), infeksi virus lain selain SARS-CoV-2 (lamanya
perawatan OR 1,993; p=0,167), dan tanpa pemberian antikoagulan (outcome OR
0,726; p=0,460).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara D-dimer dengan lamanya perawatan
pasien Covid-19. Faktor lain yang berhubungan dengan lamanya perawatan
adalah derajat keparahan. Sementara, faktor lain yang berhubungan dengan
outcome, yakni usia, derajat keparahan, adanya komorbid, dan riwayat pemberian
ARV. | en_US |