Komitmen Organisasi Ditinjau dari Persepsi Karyawan Terhadap Budaya Organisasi dan Kepuasan Terhadap Sistem Kompensasi di Perusahaan Start-Up
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi budaya
organisasi dan kepuasan kompensasi terhadap komitmen organisasi pada
karyawan di perusahaan start-up. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 156
responden karyawan yang berasal dari berbagai jenis industri perusahaan.
Variabel komitmen organisasi diukur dengan menggunakan skala Ingarianti
(2015) dengan nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0.909 serta nilai validitas
sebesar 0.243-0.679. Pada variabel budaya organisasi, skala yang digunakan
adalah skala Organizational Culture Assessmment Instrument (OCAI) yang
dikembangkan oleh Cameron dan Quinn (2011) dengan nilai reliabilitas sebesar
0.662-0.886 dan validitas sebesar 0.295-0.769. Sedangkan pada variabel
kepuasan kompensasi, skala yang digunakan adalah skala Pay Satisfaction
Questionnare (PSQ) yang dikembangkan oleh Heneman dan Schwab (1985)
dengan nilai reliabilitas sebesar 0.968 dan nilai validitas sebesar 0.569-0.875.
Metode analisis data dilakukan dengan metode Analisis Regresi Linear
Berganda dengan bantuan software IBM SPSS 25.0 for Windows. Hasil
penelitian menunjukan bahwa persepsi budaya organisasi adhocracy dan
kepuasan sistem kompensasi memiliki pengaruh secara parsial dan simultan
terhadap komitmen organisasi. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa tidak
terdapat hubungan yang signifikan pada jenis budaya organisasi clan, market,
dan hierarchy. Pada perhitungan koefisien korelasi, diketahui bahwa persepsi
budaya organisasi dan kepuasan sistem kompensasi berpengaruh terhadap
komitmen organisasi sebesar 27.5%.
Collections
- Psychology [2602]
