Analisis Kinerja Operator Work Section Machine Leg menggunakan Metode Overall Labor Effectiveness dan Pendekatan Root Cause Analysis
Abstract
PT. Yamaha Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang dikenal sebagai produsen
piano dengan jangkauan pasar domestik maupun mancanegara. Terdapat 2 jenis piano yang
diproduksi oleh PT. Yamaha Indonesia, yakni Upright Piano (UP) dan Grand Piano (GP)
dengan berbagai variasi model serta warna yang berbeda. Proses produksi pada PT. Yamaha
terorganisir ke beberapa departemen, yakni departemen Wood Working (pengolahan kayu),
Departemen Assembly (perakitan), dan departemen Painting (pengecatan) yang mana setiap
departemen memiliki kelompok kerja tertentu. Dalam proses produksi, sebagian pekerjaan
dilakukan secara manual yang berarti operator memiliki peranan penting dalam produktivitas
perusahaan. Perhitungan produktivitas dilakukan di setiap bulan pada setiap kelompok untuk
menilai kinerja dan melakukan perbaikan setelahnya. Section Machine Leg merupakan
kelompok kerja yang berada di departemen Wood Working dan bertugas untuk membuat kaki
piano. Berdasarkan analisis awal produktivitas kelompok kerja tersebut pada bulan Maret-Mei
2024 masih belum mencapai target. Produktivitas di bulan Maret sebesar 9.14%, bulan April
sebesar 6.68%, dan bulan Mei sebesar 4.96% dimana target produktivitas yang ditetapkan
adalah sebesar 15%. Untuk mengetahui kondisi efektivitas operator yang mempengaruhi
produktivitas dilakukan dengan perhitungan efektivitas kinerja operator menggunakan metode
OLE serta melakukan analisis penyebab masalah dan usulan perbaikan menggunakan metode
RCA. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai Availability ratio sebesar 102%, nilai
Performance Ratio sebesar 92%, dan nilai Quality Ratio sebesar 99% selama 55 hari
pengamatan atau sekitar 3 bulan yang berarti terdapat dua variabel OLE yang nilainya masih
berada di bawah standar dunia. Berdasarkan analisis, nilai availability memiliki nilai yang di
atas standar dunia, hal ini mengartikan bahwa terdapat operator yang mengalami beban kerja
berlebih. Hal ini disebabkan karna adanya skillmap yang tidak merata pada beberapa operator.
Oleh karna itu, dilakukanlah training mandiri bersama leader untuk meratakan skillmap dari
seluruh operator. Analisis RCA juga mengidentifikasi bahwa terdapat beberapa permasalahan
yang menyebabkan rendahnya nilai Performance Ratio, yakni dari faktor mesin, environment ,
man, dan material. Selain itu, analisis RCA juga menyimpulkan bahwa penyebab dari
rendahnya nilai Quality Ratio adalah karna terdapat temuan barang NG pada kabinet Leg
Girder. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis defect dan diantara semua
jenis temuan NG atau defect, terdapat satu jenis NG yang memiliki persentase paling tinggi,
yakni jenis NG pecah sebesar 54%. Hal ini disebabkan oleh pemilihan bahan kayu yang salah
dalam pembuatan kabinet Leg girder. Sebagai solusi dari permasalahan yang ditemukan,
diberikan beberapa usulan perbaikan berupa memodifikasi jenis mesin, memberikan gauge
untuk masing-masing kabinet yang melewati mesin tertentu, serta penggantian jenis bahan yang
akan digunakan untuk membuat kabinet Leg Girder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terjadi kenaikan produktivitas pada kelompok kerja Mesin Leg sebesar 15%, Line Balance
sebesar 98%, dan penurunan jumlah NG sebesar 70%.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
