| dc.description.abstract | Indonesia menjadi negara yang sedang mengalami pengembangan pesat pada bidang Industri
terutama pada bidang industri manufaktur, yang dimana berakibat terjadinya persaingan yang
cukup ketat antar perusahaan, oleh karena itu perusahaan perlu melakukan cara agar mampu
bersaing dengan perusahan lain. Salah satu cara yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan
pengendalian kualitas terhadap produk yang di produksi. PT. Yamaha Indonesia menjadi salah
satu perusahan di Indonesia yang bergerak pada bidang manufaktur produksi alat musik berupa
piano dengan tipe Grand Piano dan Upright Piano. Perusahaan ini sangat memperhatikan
kualitas produk yang dimilki karena nantinya alat musik yang di produksi akan dikirim kan ke
berbagai macam negara baik didalam ataupun diluar negeri. Namun dalam proses produksi
tentunya tidak semulus itu, pada proses penghalusan dan pengkilapan kabinet yang ada pada
section Buffing Small UP pada periode Maret – Juni 2024 melalui Incheck Small UP ditemukan
produk cacat sebanyak 13112 dari total check 55358 yang perlu adanya perbaikan terhadap
produk cacat yang terjadi, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan usulan
dari permasalahan tersebut dengan menggunakan metode six sigma, FMEA dan TRIZ untuk
mendapatkan usulan terbaik dari hasil analisis yang dilakukan untuk mengurangi proses rework
yang terjadi di work section Buffing Small UP. Hasil penelitian ini didapatkan nilai DPMO
sebesar 95368,27 dan nilai sigma sebesar 2,84 dengan nilai CTQ 3 yang didaptkan dari cacat
dominan yang terjadi di work section Buffing Small UP. Kemudian dari identifikasi tersebut
dilakukan identifikasi selanjutnya untuk mencari tau akar permasalahan dengan menggunakan
diagram fishbone dan mencari cacat paling dominan menggunakan diagram pareto yang
kemudian mencari prioritas perbaikannya dengan menggunkan metode FMEA dan melakukan
perbaikan dengan menggunakan metode TRIZ. | en_US |