| dc.description.abstract | Upaya pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun
2045, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan
modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa, pendidikan sangat penting
untuk membangun generasi muda penerus bangsa diperlukan mencetak generasi
emas Indonesia dengan Soft Skill dan Hard skill yang terintegrasi dengan
perkembangan zaman. Pada umumnya, masyarakat masih banyak yang menanyakan
output dari lulusan pesantren. Seringkali lulusan dari pesantren dipandang sebelah
mata dalam hal mendapatkan pekerjaan. Kurangnya output lulusan pesantren yang
bisa dipercaya di dunia kerja khususnya dalam dunia perindustrian dan perkantoran.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan pengembangan peran
Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo dalam meningkatkan soft skill dan
hard skill bagi santri untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045; (2) menganalisis
peran Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo dalam meningkatkan soft
skill dan hard skill bagi santri untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045.; (3)
mendeskripsikan dampak pendidikan soft skill dan hard skill yang diberikan Pondok
Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo bagi santri dan alumni Pondok Pesantren.
Objek penelitian dilakukan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo
dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) Observasi; (2) Wawancara/Interview;
dan (3) dokumentasi. Hasil penelitian adalah, (1) Strategi yang digunakan dalam
meningkat soft skill dan hard skill bagi santri untuk menyongsong era Indonesia emas
2045 pondok pesantren An-Nawawi Berjan adalah melalui pembelajaran sistem
intergrasi pendidikan formal dan nonformal. melalui kegiatan pondok pesantren
seperti, muhadharah, musyawarah, berorganisasi, mengikuti pelatihan-pelatihan,
dan ikut membantu di unit usaha pondok pesantren; (2) Faktor pendukung
tercapainya kesuksesan pondok pesantren dalam meningkat soft skill dan hard skill
bagi santri yaitu: Kemampuan pengasuh, kepemimpinan yang bervisi, sarana
prasarana, minat santri, dan peran orangtua. Dan ada dua faktor yang menjadi
penghambat diantaranya yaitu: faktor santri dan faktor tenaga ahli; (3) Dampak
manfaat program kegiatan pondok pesantren dalam meningkatkan soft skill dan hard
skill bagi santri dapat dibuktikan dan dirasakan oleh mulai santri yang masih di
pondok pesantren sampai dengan para alumni. Sebagai contoh keberhasilan dari
program kegiatan pondok pesantren yaitu dengan adanya alumni yang sukses dalam
berkiprah politik, berdagang, akademisi, berdakwah. | en_US |