Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kejadian Infeksi Tuberkulosis Paru di RS Dr. Soedono Madiun Tahun 2020
Abstract
Latar Belakang: Angka kejadian TB paru di Provinsi Jawa Timur masih tergolong
tinggi, pada tahun 2019 menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
terdapat 330.025 kasus terduga TB paru. Sedangkan jumlah semua kasus positif
TB paru sebanyak 64.311 kasus, dimana 55,4% kasus terjadi pada laki–laki dan
44,6% kasus pada perempuan. 96,5% dari penderita TB paru tersebut
mendapatkan pelayanan TB yang sesuai standar. Di Kota Madiun pada tahun
2019 terdapat 3.957 kasus terduga TB paru, 709 kasus diantaranya merupakan
kasus positif TB paru. Data indeks massa tubuh (IMT) dewasa di Indonesia tahun
2017 menunjukkan hasil bahwa pada laki-laki 6% berat badan kurang, 70,7%
normal, 11,9% overweight, 11,4% obesitas. Sedangkan pada perempuan 4,8%
berat badan kurang, 50,2% normal, 15,3% overwight, 29,7% obesitas.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap
kejadian TB paru di RS dr. Soedono Madiun tahun 2020?
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif sedangkan
rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 dan
dilaksanakan dengan membagikan kuisioner kepada subjek penelitian melalui
google form dan data rekam medis poli paru RS dr. Soedono Madiun. Sebanyak
27 responden memenuhi kriteria inklusi penelitian. Data diolah menggunakan
SPSS. Analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa analisis univariat
dan bivariat.
Hasil: Tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara indeks massa
tubuh (IMT) dengan kejadian tuberkulosis paru di RS dr. Soedono Madiun tahun
2020 (p value = 0,139).
Kesimpulan: indeks massa tubuh (IMT) tidak berhubungan dengan infeksi
tuberkulosis paru di RS dr. Soedono Madiun tahun 2020
Collections
- Medical Education [2954]
