Faktor Risiko Kejadian Stroke Iskemik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Sleman
Abstract
Latar Belakang: Stroke adalah sindrom yang terdiri dari gejala hilangnya fungsi
sistem saraf pusat yang terjadi secara cepat dan mendadak lebih dari dua puluh
empat jam. Prevalensi stroke di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berdasarkan
diagnosis dokter sebanyak 14,3‰. Stroke tersering adalah stroke iskemik akibat
trombosis sekitar 80%. Faktor risiko terjadinya stroke dikategorikan menjadi faktor
yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Faktor risiko antara lain
usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, tekanan darah, indeks masa tubuh,
profil lipid dan pemeriksaan darah lengkap.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor risiko pada pasien rawat inap, yang
berpengaruh terhadap kejadian stroke iskemik di RSUD Sleman tahun 2019.
Metode Penelitian: Penelitian ini berupa studi observational dengan rancangan
case control. Subjek penelitian adalah pasien rawat inap yang terdaftar sebagai
pasien RSUD Sleman dan tercatat dalam instalasi rekam medik di poli saraf.
Faktor risiko tersebut, dicantumkan dalam bentuk skala nominal. Analisa data
menggunakan uji univariat, distribusi frekuensi, bivariat dengan chi-square dan
regresi logistik pada uji mutivariat.
Hasil: Analisis bivariat antara kejadian stroke iskemik dengan usia (p value 0,018
OR 0,147 CI 95% 0,025 – 0,870), dan eritrosit (p value 0,026 OR 0,269 CI 95%
0,081– 0,849). Pada analisis multivariat, usia lebih dari 50 tahun (p value 0,023
OR 0,106 CI 95% 0,015 – 0,783) dan eosinofil tidak normal (p value 0,031 OR
0,260 CI 95% 0,077 – 0,881).
Kesimpulan: Usia kurang dari 50 tahun dan eosinofil normal merupakan faktor
pelindung (protective) terjadinya stroke iskemik di RSUD Sleman
Collections
- Medical Education [2954]
