Strategi Menjaga Hafalan Al-qur’an 30 Juz di Pondok Pesantren Al-ittifaqiah Indralaya dan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta
Abstract
Dewasa ini, tradisi menjaga hafalan Al-Qur’an berkembang pesat di
Indonesia dengan banyaknya lembaga pendidikan seperti pesantren dan rumah
tahfidzh yang didirikan. Pada proses menghafal banyak ditemui kendala. Diantara
masalah yang kerap dihadapi oleh para penghafal Al-Qur’an adalah beratnya
menjaga hafalan yang pernah disetorkan, serta mengalami kesulitan untuk
mengulang hafalan dengan baik. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti
merumuskan ke dalam tiga pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana
proses implementasi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an 30 juz di PPI dan PPSPA?;
(2) Apa perbedaan dan persamaan strategi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an 30 juz
di PPI dan PPSPA?; dan (3) Bagaimana hasil strategi proses implementasi menjaga
hafalan Al-Qur’an 30 juz di PPI dan PPSPA?.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan
diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses implementasi dalam menjaga
hafalan Al-Qur’an 30 juz di PPI dan PPSPA berpacu pada teori pola perencanaan
pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagne dan memiliki ciri khas masingmasing; (2) Perbedaan dan persamaan strategi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an 30
juz di di PPI dan PPSPA dapat disimpulkan bahwasanya sistem menghafal AlQur’an di PPI lebih bersifat spesifik dan memiliki lembaga tersendiri untuk
menghafal Al-Qur’an, sedangkan sistem menghafal Al-Qur’an di PPSPA lebih
bersifat umum dan sudah masuk ke dalam kurikulum pesantren; (3) Hasil dari
strategi proses implementasi menjaga hafalan Al-Qur’an 30 juz di PPI dan PPSPA
ditemukan beberapa kendala yang serupa dalam penerapan strategi tersebut.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
