Pra Rancangan Pabrik Kimia Polistiren dari Monomerstiren dengan Kapasitas 90.000 Ton/tahun
Abstract
Pra Rancangan pabrik kimia “polistoren dari monomer stiren dengan kapasitas
90.000 ton/tahun” merupakan pabrik produksi penghasil polistiren yang digunakan
untuk bahan baku pembuatan Styrofoam,Finil Kaset, dan busa putih pelindung alat
elektronik. Pabrik ini direncanakan akan beroprasi pada tahun 2021-2025 dengan
menimbang faktor lingkungan, supply dan demand produk, serta sumber daya
manusia. Pabrik yang berlokasi di Kabupaten Lebak Provinsi Banten ini, menjadi
salah satu pabrik pendukung penghasil polistiren di Indonesia. Dimana bahan baku
untuk membuat nya yaitu monomer stiren yang diperoleh dari Pabrik Stiren Mono
Indonesia, kemudia benzoil peroksida yang diperolah dari PT Polimer Chemical
(Polichem) kemudian etilen benzen yang diperoleh dari PT Chandra Asri
Petrochemical (Cap), semua pabrik tersebut menjadi supply dalam pembuatan
produk polistiren. Dalam proses pendirian pabrik kami menghitung beberapa aspek
pertimbangan diantaranya adalah, pemilihan lokasi pendirian pabrik, kalkulasi
sumber daya manusia, pemilihan alat proses produksi, pembangkit utilitas, serta
evaluasi ekonomi untuk dapat menjadi tinjauan terhadap standar prosedural oprasi.
Dalam aspek pemilihan lokasi pabrik di tentukan dengan kedekatan terhadap
sumber daya, akses lalu lintas, dan dermaga untuk import export produk, kemudian
dalam aspek sumber daya kami menentukan sekitar 1570 orang yang data bekerja
karna kapasitas pabrik kami yaitu 90.000 ton/tahun. Dalam pemilihan alat proses
yang kami gunakan adalah alat diantaranya tangki berbentuk silider, mixer
berbentuk silinder dengan diameter yang sudah disesuaikan terhada kapasitas,
reactor CSTR (Continue Stired Tank Reaktor), Menara distilasi,
centrifugal,pelletizer, dan hooper serta pompa centrifuge karna produksi kami cairpadat. Pembakit utilitas tenaga listrik dan air yang kami gunakan diambil dari suber
air laut yang mana lokasi kami dekat dengan laut Jawa. Evaluasi ekonomi yang
kami lakukan menimbang beberapa aspek diataranya: Roi (Return On Investment),
kemudia Ra,Va,Sa,Fa untuk menghitung jumlah tidak pasti terhadap perkembangan
pabrik, SDP(Shut Down Point) untuk menghitung titip rugi dan pabrik harus tutup
serta yang terakhir adalah BEP (Break Event Point) dimana pabrik tidak mengalami
keuntungan dan kerugian
Collections
- Chemical Engineering [1334]
