• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Lean Manufacturing Guna Mereduksi Waste Pada Proses Produksi Batik (Studi Kasus: Sanggar Batik Krakatoa)

    Thumbnail
    View/Open
    18522307.pdf (9.232Mb)
    Date
    2021
    Author
    Gentalabara, Fitzgerald Aruna
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam perkembangan dan persaingan usaha kecil menengah (UKM), Lean Manufacturing dapat diimplementasikan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan waste dari setiap proses produksi yang ada guna untuk improvement yang berkelanjutan.. Kota Cilegon memiliki ciri khas motif batik yang mempunyai nilai sejarah dan filosofi. Salah satu usaha batik yang ada di kota Cilegon adalah Batik Krakatoa yang terletak di Link. Kadipaten RT. 06/02, Kedaleman, Cibeber, Cilegon-Banten. Pada penelitian ini akan mengimplementasikan Lean Manufacturing guna merampingkan proses produksi sehingga menghasilkan proses dan waktu produksi yang optimal. Tahap penelitian ini dimulai dengan membagikan kuisioner pengidentifikasian waste menggunakan Waste Assessment Model yang dikembangkan oleh Rawabdeh. Hasil dari identifikasi waste didapatkan bobot waste tertinggi yaitu motion sebesar 28,03% dan waiting sebesar 16,90%. Detailed mapping tools yang terpilih adalah Process Activity Mapping untuk menyelesaikan masalah yang ada pada lini produksi. Setelah mengidentifikasi waste kemudian melakukan identifikasi penyebab terjadinya waste menggunakan fishbone diagram. Usulan perbaikan yang akan dilakukan pada stasiun pemotongan kain diberikan usulan berupa penghilangan proses pelipatan kain. proses pengecapan diberikan usulan pembuatan standard operating procedure (SOP), proses pewarnaan kain diberikan usulan berupa menyediakan timbangan modern (timbangan jarum/digital). Dan proses pelorodan diberikan usulan berupa pengelempokan alat-alat penjemuran dan penambahan 1 operator untuk proses finishing. Lead time yang terjadi sebelum dilakukan perbaikan pada Sanggar Batik Krakatoa adalah 300399 detik atau 83,44 jam. Setelah dilakukan usulan perbaikan berkurang menjadi 67,32 jam atau 242354,77 detik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52899
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV