Implementasi Lean Manufacturing Guna Mereduksi Waste Pada Proses Produksi Batik (Studi Kasus: Sanggar Batik Krakatoa)
Abstract
Dalam perkembangan dan persaingan usaha kecil menengah (UKM), Lean
Manufacturing dapat diimplementasikan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan
waste dari setiap proses produksi yang ada guna untuk improvement yang berkelanjutan..
Kota Cilegon memiliki ciri khas motif batik yang mempunyai nilai sejarah dan filosofi.
Salah satu usaha batik yang ada di kota Cilegon adalah Batik Krakatoa yang terletak di
Link. Kadipaten RT. 06/02, Kedaleman, Cibeber, Cilegon-Banten. Pada penelitian ini
akan mengimplementasikan Lean Manufacturing guna merampingkan proses produksi
sehingga menghasilkan proses dan waktu produksi yang optimal. Tahap penelitian ini
dimulai dengan membagikan kuisioner pengidentifikasian waste menggunakan Waste
Assessment Model yang dikembangkan oleh Rawabdeh. Hasil dari identifikasi waste
didapatkan bobot waste tertinggi yaitu motion sebesar 28,03% dan waiting sebesar
16,90%. Detailed mapping tools yang terpilih adalah Process Activity Mapping untuk
menyelesaikan masalah yang ada pada lini produksi. Setelah mengidentifikasi waste
kemudian melakukan identifikasi penyebab terjadinya waste menggunakan fishbone
diagram. Usulan perbaikan yang akan dilakukan pada stasiun pemotongan kain diberikan
usulan berupa penghilangan proses pelipatan kain. proses pengecapan diberikan usulan
pembuatan standard operating procedure (SOP), proses pewarnaan kain diberikan usulan
berupa menyediakan timbangan modern (timbangan jarum/digital). Dan proses pelorodan
diberikan usulan berupa pengelempokan alat-alat penjemuran dan penambahan 1 operator
untuk proses finishing. Lead time yang terjadi sebelum dilakukan perbaikan pada Sanggar
Batik Krakatoa adalah 300399 detik atau 83,44 jam. Setelah dilakukan usulan perbaikan
berkurang menjadi 67,32 jam atau 242354,77 detik.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
