| dc.description.abstract | Perkembangan industri di DI Yogyakarta mengalami peningkatan setiap tahunya, salah satunya
adalah UMKM Batik X di Yogyakarta. Permasalahan yang dialami oleh kebanyakan rantai pasok
Make to Stock (MTS), termasuk juga rantai pasok yang diteliti ini adalah masih terjadi stok berlebih
(over stock) maupun kekurangan stok (stock out) pada produk jadi. Upaya yang dapat dilakukan
perusahaan salah satunya adalah dengan menerapkan manajemen rantai pasok terkhususnya
manajemen persediaan yang optimal antara pembeli dan pemasok. Dimana pada penelitian ini
dilakukan untuk mempertimbangkan adanya emisi karbon pada total biaya persediaan yang
akan mempengaruhi dari total biaya gabungan dapat dilihat dari frekuensi persediaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan total biaya gabungan antara multi pembeli dan
pemasok menggunakan model JIELS. Model JIELS memungkinkan pemasok mengoptimalkan
ukuran lot produksi dengan mempertimbangkan emisi karbon sementara pembeli dapat
mengoptimalkan ukuran lot pemesanan untuk meminimalkan total biaya gabungan. Optimasi
untuk ukuran pemesanan dan lot produksi pada penelitian ini dilakukan menggunakan
Algoritma Evolutionary pada menu Solver Microsoft Excel. Pada model optimasi penelitian ini
terdapat perbandingan 2 jenis model yaitu model tanpa koordinasi dan model dengan
koordinasi. Dimana pada model tanpa koordinasi pembeli dan pemasok akan melakukan
perhitungan optimasi biaya secara terpisah atau masing-masing, sedangkan pada model dengan
koordinasi pembeli dan pemasok melakukan perhitungan optimasi biaya secara gabungan atau
memperhitungkan total biaya gabungan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan
total gabungan biaya akhir untuk model tanpa koordinasi adalah sebesar Rp. 1.030.635.320,00
sedangkan model dengan koordinasi adalah sebesar Rp. 1.024.124.825,00. Sehingga
didapatkan penghematan biaya sebesar Rp 6.510.495,00 dengan persentase sebesar 1,10% | en_US |